TANGERANG — Karang Taruna Kecamatan Rajeg kembali menyelenggarakan Karang Taruna Festival Kartini Day 2026 sebagai bentuk peringatan hari emansipasi perempuan. Kegiatan yang berlangsung meriah di Kolam Renang Funpark pada Minggu (3/5/2026) ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua.
Panitia mengemas festival dengan berbagai perlombaan menarik, mulai dari senam kreasi hingga fashion show bertema budaya. Peserta yang hadir tidak hanya terbatas pada kalangan pelajar, tetapi juga melibatkan masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kecamatan Rajeg.
Ruang Kreativitas Lewat Lomba Senam dan Fashion Show
Satu hal yang menarik dalam gelaran tahun ini adalah keterlibatan peserta laki-laki dalam rangkaian acara. Meski mengusung semangat Hari Kartini, kehadiran mereka menjadi simbol dukungan lintas gender terhadap perjuangan emansipasi perempuan di era modern.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Rajeg, Suparji Rustam, menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai wadah positif bagi generasi muda. Selain menyalurkan bakat, kegiatan ini bertujuan memperkuat nilai kebudayaan dan rasa kebersamaan antarwarga.
“Melalui Festival Kartini ini, kami ingin memberikan ruang bagi perempuan untuk berekspresi dan menunjukkan potensi yang dimiliki. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat kolaborasi di kalangan pemuda,” ujar Rustam.
Respons Peserta: Tingkatkan Kepercayaan Diri Masyarakat
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kompetisi berlangsung. Rahayu, salah satu peserta Kartini Day, mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat dalam acara tersebut karena memberikan pengalaman baru yang berharga bagi warga lokal.
“Kegiatan ini sangat seru dan bermanfaat. Selain bisa menampilkan kemampuan, saya juga jadi lebih percaya diri. Semoga ke depan acaranya bisa lebih meriah lagi,” kata Rahayu.
Pihak Karang Taruna Kecamatan Rajeg berkomitmen menjadikan agenda ini sebagai program rutin tahunan. Fokus utamanya tetap pada pengembangan potensi pemuda serta penguatan program pemberdayaan perempuan di wilayah Kabupaten Tangerang.
Keberhasilan acara ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Banten untuk menghadirkan kegiatan serupa yang berdampak langsung pada kohesi sosial masyarakat.