Pencarian

Pemkot Serang Gagas Satu Keluarga Satu Pengusaha Tekan Pengangguran

Kamis, 07 Mei 2026 • 19:31:00 WIB
Pemkot Serang Gagas Satu Keluarga Satu Pengusaha Tekan Pengangguran
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia memaparkan program Satu Keluarga Satu Pengusaha sebagai strategi tekan pengangguran.

KOTA SERANG — Pemerintah Kota Serang mulai mematangkan program strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui inisiatif Satu Keluarga Satu Pengusaha. Kebijakan ini dirancang berdampingan dengan program 3S, yakni Siap Kerja, Siap Kuliah, dan Siap Jadi Pengusaha, guna mencetak generasi muda yang mandiri di tengah tantangan ekonomi global.

Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memberikan solusi nyata bagi persoalan pengangguran. Melalui program 3S, para pelajar di Kota Serang akan mendapatkan pendampingan sejak dini untuk menentukan arah masa depan mereka setelah lulus sekolah, baik itu melanjutkan pendidikan maupun terjun ke dunia profesional.

Bagaimana Cara Kerja Program Satu Keluarga Satu Pengusaha?

Program Satu Keluarga Satu Pengusaha menjadi tulang punggung dalam upaya menciptakan kemandirian ekonomi dari level terkecil. Pemkot Serang menginginkan setiap rumah tangga memiliki anggota yang menjalankan usaha produktif untuk menggerakkan roda ekonomi di lingkungan sekitar.

“Kalau setiap keluarga punya pengusaha, maka ekonomi masyarakat akan jauh lebih kuat. Kita ingin masyarakat Kota Serang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Agis.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah menyiapkan rangkaian pelatihan usaha, pendampingan intensif, hingga kemudahan akses pemasaran. Penguatan sektor UMKM dinilai menjadi kunci krusial agar masyarakat memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik ke depannya.

Program 3S: Pemetaan Potensi Siswa Sejak di Bangku Sekolah

Selain fokus pada ekonomi keluarga, Pemkot Serang mengintervensi sektor pendidikan melalui pola pembinaan 3S. Program ini akan melibatkan sekolah-sekolah untuk memetakan minat dan bakat siswa sebelum mereka menyelesaikan masa studi. Siswa yang memilih jalur bekerja akan dibekali keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

“Pemkot Serang ingin anak-anak kita punya masa depan yang jelas. Ada yang ingin langsung bekerja, ada yang ingin kuliah, dan ada juga yang ingin menjadi pengusaha. Semua harus kita fasilitasi,” kata Agis.

Pembinaan ini tidak hanya terpaku pada teori di dalam kelas, melainkan disesuaikan dengan tantangan nyata di lapangan. Bagi siswa yang berminat melanjutkan pendidikan, pemerintah akan memberikan arahan agar pilihan program studi mereka memiliki relevansi kuat dengan peluang kerja di masa depan.

Fasilitasi Pelatihan Kerja hingga Peluang ke Luar Negeri

Pemkot Serang juga memperluas jangkauan peluang kerja hingga ke level internasional. Bagi pemuda yang memiliki minat berkarier di luar negeri, pemerintah daerah berencana menyiapkan fasilitas penunjang mulai dari pelatihan bahasa hingga pembekalan kemampuan teknis secara bertahap.

Agis memastikan bahwa rangkaian program ini bukan sekadar wacana. Implementasinya akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, komunitas, hingga institusi pendidikan.

“Kami ingin membuka peluang seluas-luasnya bagi anak-anak muda Kota Serang. Kalau ada yang ingin bekerja di luar negeri, maka harus dipersiapkan dari sekarang agar benar-benar siap dan memiliki kemampuan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: bantendaily.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks