TANGERANG SELATAN — Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengintensifkan pengawasan pasar tradisional. Salah satu titik yang menjadi sasaran sidak adalah Pasar Serpong, yang dikenal sebagai pusat perputaran bahan pokok dan hewan kurban di wilayah tersebut.
Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan turun langsung ke lapangan. Mereka menyisir sejumlah kios dan lapak pedagang untuk mengecek harga bahan pokok serta kelayakan daging yang dijual.
Fokus Utama Sidak: Harga dan Kualitas Daging
Dalam sidak tersebut, petugas membandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dengan harga di lapangan. Beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, dan daging sapi menjadi perhatian utama karena permintaannya diprediksi melonjak mendekati hari raya.
"Kami ingin memastikan tidak ada pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar. Selain itu, kami juga memeriksa kondisi fisik daging untuk menjamin tidak ada daging busuk atau tidak layak konsumsi yang dijual ke masyarakat," ujar Kepala Satpol PP Tangsel dalam keterangannya.
Keamanan Pangan Hewan Kurban Jadi Prioritas
Pemkot Tangsel juga memberikan perhatian khusus pada keamanan pangan hewan kurban. Petugas memeriksa dokumen kesehatan hewan serta kondisi fisik sapi dan kambing yang dijual di area Pasar Serpong. Hewan yang sakit atau tidak memenuhi syarat akan langsung ditarik dari peredaran.
"Kami mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban di tempat yang resmi dan memiliki sertifikat kesehatan. Jangan tergiur harga murah jika kesehatannya tidak jelas," tambahnya.
Apa Langkah Selanjutnya dari Pemkot?
Pemkot Tangsel berencana memperluas sidak ke pasar-pasar lain di wilayah tersebut, termasuk Pasar Ciputat dan Pasar Bintaro. Operasi pasar juga akan digelar jika ditemukan lonjakan harga yang signifikan. Masyarakat diimbau untuk melaporkan temuan harga tidak wajar atau daging mencurigakan melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Tangsel.