TANGERANG — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, meminta jajaran TPPS mengubah pendekatan penanganan stunting. Ia menekankan bahwa kegiatan seremonial atau sekadar mengajak warga datang ke fasilitas kesehatan tidak lagi cukup.
“Saya minta kita semua lebih serius terhadap pelaksanaan dan evaluasi program rencana aksi TPPS ini. Kalau memang diperlukan perombakan strategi dan metode intervensi di lapangan, segera lakukan,” ujar Intan dalam rapat koordinasi di Media Center Dinas Kesehatan, Jumat (26/6/2026).
Fenomena Lost Contact Jadi Sorotan
Salah satu masalah yang mendorong perubahan strategi ini adalah fenomena lost contact. Intan menemukan bahwa setelah mengikuti kegiatan besar seperti Gerebeg Posyandu, banyak orang tua yang tidak lagi membawa anak mereka untuk penimbangan rutin di Posyandu.
Kondisi ini, menurut Intan, membuktikan bahwa pendekatan yang hanya mengandalkan warga datang ke Posyandu tidak berjalan efektif. Ia pun meminta petugas dan kader untuk menerapkan strategi jemput bola.
Strategi Baru: Datangi Rumah, Dampingi Saat Makan
Intan memerintahkan para kader dan petugas untuk turun langsung ke lapangan. Mereka diminta mendatangi rumah warga yang memiliki anak berisiko stunting untuk memastikan program berjalan.
“Kita harus ubah strategi. Jangan hanya meminta mereka datang ke Puskesmas lalu memberikan makanan. Kalau perlu, datangi rumahnya, pantau langsung, dan dampingi saat makan agar asupan gizi benar-benar masuk,” tegasnya.
Pemkab Tangerang akan mengerahkan seluruh unsur lintas sektor dalam strategi baru ini. Mulai dari Kader Dahsyat, Dapur Dahsyat Dharma Wanita, PKK, petugas Puskesmas, hingga para camat diminta bergerak bersama.
Evaluasi Menu Gizi hingga Koordinasi Antarinstansi
Selain metode pendampingan, Intan juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap menu gizi yang diberikan. Bantuan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak, bukan sekadar membagikan makanan.
“Kader, Puskesmas, PKK, dan seluruh pihak terkait harus bersama-sama turun ke lapangan. Metode intervensi, pengawasan, dan menu gizinya harus kita evaluasi agar lebih efektif dan berdampak,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Tangerang akan memperkuat koordinasi antarinstansi, khususnya antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) sebagai sektor utama dalam program percepatan penurunan stunting.