Kanit Tindak Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy Jowiberthi Ataupah, menjelaskan bahwa paintball dipilih karena memiliki filosofi yang sejalan dengan tugas pokok kepolisian. Permainan ini menuntut kekompakan, komunikasi yang solid, dan kerja sama tim — keterampilan yang sama persis dibutuhkan saat unit Resmob memburu pelaku kejahatan.
“Permainan paintball membutuhkan kekompakan, kerja sama tim, dan komunikasi. Hal itu sama seperti yang kami lakukan saat menangani kejahatan,” ujar Fechy kepada wartawan di sela-sela pertandingan.
Ia menambahkan, sinergi tidak hanya diperlukan antar personel kepolisian. “Kami juga membutuhkan sinergi dengan rekan-rekan media sebagai corong informasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Momen Langka: Polisi dan Wartawan Satu Tim
Berbeda dengan hubungan kerja yang kerap formal dan penuh jarak, kegiatan ini justru mempertemukan polisi dan jurnalis dalam satu regu. Mereka saling melindungi, memberi kode, dan bergerak bersama menghadapi lawan di lapangan. Suasana di arena BSD terlihat cair, diiringi gelak tawa dan teriakan taktis saat tim saling “menembak” dengan bola cat.
Fechy berharap pengalaman ini bisa menjadi modal mempererat hubungan yang sudah berjalan baik selama ini. “Ke depan mungkin masih akan ada kegiatan serupa juga,” tutupnya.
Hari Bhayangkara ke-80: Momentum Refleksi Kemitraan
Hari Bhayangkara tahun ini menjadi momen bagi Polri untuk merefleksikan peran media sebagai mitra strategis. Di tengah derasnya arus informasi digital, kolaborasi antara kepolisian dan wartawan dinilai krusial untuk memastikan berita yang akurat dan tidak memicu keresahan.
Kegiatan fun game seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi membangun kepercayaan timbal balik di luar situasi kerja. Sebab, saat terjadi kasus besar, komunikasi yang sudah terbangun di lapangan paintball bisa menjadi fondasi kerja sama yang lebih solid di lapangan kriminal.