TANGERANG — Kepulan asap hitam pekat masih membumbung tinggi dari tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, hingga Rabu malam. Kondisi angin kencang di lokasi membuat api terus merambat ke gunungan sampah lain, memperluas cakupan area yang terbakar.
Berdasarkan data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas tumpukan sampah yang terbakar kini diperkirakan mencapai 15 hektare. Tim pemadam dari berbagai daerah masih berjibaku di lapangan untuk menyekat api agar tidak menjangkau permukiman warga.
Warga Mulai Mengungsi, Asap Mengepung Pemukiman
Asap tebal mulai mengepung kawasan pemukiman di sekitar TPA. Beberapa warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah warga yang terdampak langsung.
Petugas gabungan lintas wilayah dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Provinsi Banten dikerahkan. Mereka fokus menyekat perambatan api agar tidak meluas ke area organisasi pemukiman warga yang berbatasan langsung dengan lokasi TPA.
BNPB Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Api
Selain pemadaman fisik, BNPB tengah menyusun rencana operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Operasi TMC bertujuan merangsang pertumbuhan awan hujan di atas kawasan Mauk. Harapannya, hujan buatan bisa membantu mempercepat proses pemadaman total kebakaran yang sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
Pantauan langsung di lokasi hingga pukul 22.00 WIB menunjukkan api masih membakar gunungan sampah. Tim pemadam harus bekerja ekstra keras di tengah medan yang sulit dan asap yang menyengat.