TANGERANG — Debu hitam memenuhi rumah-rumah warga di RT 001/003, Kavling Rajeg, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg. Warga mengaitkannya dengan aktivitas pabrik briket arang yang beroperasi tanpa henti.
"Setelah adanya pabrik briket arang yang beroperasi 24 jam, rumah kami dipenuhi debu, napas kami sesak," ujar Nur, salah seorang warga setempat, Senin (7/4).
Warga Geram, Siap Datangi Pabrik
Kekesalan warga sudah memuncak. Mereka berencana mendatangi pabrik tersebut dalam waktu dekat. Tuntutannya jelas: hentikan seluruh aktivitas produksi dan perlihatkan semua dokumen perizinan usaha.
"Warga sudah geram, rencananya kita mau datangi pabriknya, kita minta hentikan dan minta mereka menunjukkan segala bentuk perizinan. Silahkan usaha yang benar, jangan membuat kita sesak dong," tegas Nur.
Aduan ke Pemkab Tangerang Belum Ditindaklanjuti
Keluhan warga sebenarnya sudah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari dinas terkait. Warga mendesak agar izin operasional pabrik diperiksa secara menyeluruh.
"Kita minta cek izinya, kalau ditemukan dugaan pelanggaran, segel dan tutup operasinya," tandasnya.
Pabrik Belum Memberikan Keterangan
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola pabrik pengolahan briket arang tersebut belum memberikan tanggapan. TangerangPos masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pemilik usaha untuk mendapatkan keterangan resmi.
Warga berharap ada respons cepat dari pemerintah daerah agar persoalan debu yang mengganggu kesehatan ini segera mendapatkan solusi.