TANGERANG — Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang Junadi menilai pelatihan kebencanaan bagi warga melalui program kelurahan tangguh bencana sangat krusial. Program yang diinisiasi BPBD Kota Tangerang ini disebut mampu mengoptimalkan peran masyarakat sebagai garda terdepan penanganan dini saat bencana terjadi.
"Peran masyarakat kita optimalkan dalam membantu petugas sebagai penanganan dini. Sehingga warga terbangun kesadaran dalam menjaga lingkungannya," kata Junadi di Tangerang, Selasa.
Baru Tersentuh 80 dari 104 Kelurahan
Junadi mengungkapkan, program kelurahan tangguh bencana baru terealisasi di 80 kelurahan. Padahal, total terdapat 104 kelurahan di Kota Tangerang. Ia menilai angka tersebut masih perlu ditingkatkan agar dampak mitigasi bisa dirasakan lebih merata.
"DPRD Kota Tangerang akan mendukung penganggaran program Kelurahan Tangguh Bencana secara lebih maksimal," ujar Junadi dalam keterangannya.
3.229 Kasus Kebencanaan Sepanjang 2025
Dorongan ini muncul di tengah tingginya angka kedaruratan dan kebencanaan di Kota Tangerang. Sepanjang 2025, BPBD Kota Tangerang menangani 3.229 kasus. Angka ini menunjukkan urgensi penguatan sistem mitigasi dari hulu, bukan sekadar respons saat kejadian.
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, tantangan kebencanaan yang semakin kompleks menuntut perubahan pola pikir seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada respons saat kejadian.
"(Penanganan bencana) harus dimulai dari kesiapan dan upaya mitigasi sejak dini," ujarnya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Mitigasi Berkelanjutan
Program kelurahan tangguh bencana diharapkan mampu meningkatkan sinergi lintas sektoral. Semua lapisan masyarakat diajak bersama-sama memperkuat sistem mitigasi kebencanaan di Kota Tangerang secara berkelanjutan.
"Saya berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga dampak adanya relawan Kelurahan Tangguh Bencana bisa dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan," ujar Junadi.
Mahdiar menambahkan, program ini adalah bagian dari budaya memperkuat kesiapsiagaan dalam mengurangi risiko bencana di tengah masyarakat. Jumlah titik kelurahan tangguh bencana pun telah ditambah dari 65 kelurahan menjadi 80 kelurahan sebagai pilar utama deteksi dini potensi ancaman.