TANGERANG — Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni menyatakan bahwa metode tambal dipilih agar perbaikan bisa dilakukan secara cepat tanpa harus menutup total ruas jalan. Pengerjaan difokuskan pada titik-titik berlubang dan bergelombang yang membahayakan pengendara.
"Kami gunakan sistem tambal dengan hotmix maupun paving block. Kami sesuaikan dengan kondisi, namun tetap mengedepankan keselamatan pengendara saat dilintasi," kata Taufik dalam keterangan resmi, Rabu.
Tiga Jalan Arteri Jadi Fokus Utama
Dari total 34.533,8 meter persegi area yang diperbaiki, tiga ruas jalan utama menjadi prioritas karena menghubungkan Kota Tangerang dengan daerah penyangga dan bandara. Pertama, Jalan Raya M. Toha yang menjadi akses utama menuju Kabupaten Tangerang via Pasar Kemis. Kedua, Jalan Raya HOS Cokroaminoto yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Jakarta melalui Ciledug Raya. Ketiga, Jalan Husein Sastranegara yang merupakan jalur langsung menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Proses perbaikan di ketiga ruas tersebut masih berlangsung secara bertahap. Petugas juga menyisir jalan-jalan lingkungan di permukiman padat penduduk yang mengalami kerusakan cukup parah akibat genangan air dan beban kendaraan berat.
Mengapa Metode Tambal Dipilih?
Pemkot Tangerang memilih metode tambal ketimbang pengaspalan ulang skala besar karena pertimbangan waktu dan anggaran. Dengan sistem ini, satu titik kerusakan bisa ditangani dalam hitungan jam tanpa mengganggu arus lalu lintas secara signifikan. Material hotmix digunakan untuk jalan aspal, sementara paving block dipasang di kawasan yang rawan genangan agar daya serap air tetap terjaga.
"Kami memastikan upaya perbaikan bisa terus digencarkan hampir setiap hari untuk merespons langsung keluhan masyarakat sekaligus memastikan kondisi infrastruktur jalan di semua wilayah bisa dilalui dengan aman dan nyaman," ujar Taufik.
Warga Diminta Terus Aktif Melapor
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengapresiasi partisipasi masyarakat yang terus memberikan masukan dan aduan terkait infrastruktur jalan. Menurutnya, laporan warga menjadi alat vital bagi pemerintah untuk memetakan titik-titik rawan kecelakaan akibat jalan rusak.
"Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh masukan, saran, dan aduan yang disampaikan masyarakat. Kami memohon pengertian bahwa dalam pelaksanaan program terdapat skala prioritas yang harus didahulukan. Namun, kami pastikan setiap laporan yang masuk terus diproses dan ditindaklanjuti," kata Maryono.
Pemkot Tangerang berkomitmen melanjutkan program perbaikan jalan pada semester kedua 2026. Sejumlah ruas prioritas daerah telah ditentukan untuk diperbaiki dalam skala besar, termasuk jalan-jalan di kawasan industri dan pusat perbelanjaan yang mengalami kerusakan struktural.