SERANG — Pemerintah Provinsi Banten tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk merealisasikan pelebaran jalan strategis ini. Dari total kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 180 miliar, Pemprov telah menyiapkan dana sebesar Rp 50 miliar sebagai bentuk komitmen melalui skema cost sharing atau pembagian biaya dengan pemerintah pusat.
Mengapa Ruas Palima-Baros Diprioritaskan?
Ruas jalan nasional sepanjang 9,4 kilometer ini dinilai memiliki peran krusial, tidak hanya sebagai jalur menuju kawasan sport center Banten yang menjadi lokasi BIS. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa ruas Palima–Baros merupakan jalur distribusi utama yang menghubungkan wilayah Banten Selatan dan Banten Utara.
"Percepatan pembangunan di ruas ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah," ujar Arlan. Saat ini, jalan tersebut masih menggunakan dua lajur dua arah yang kerap mengalami kepadatan, terutama pada jam sibuk dan saat ada agenda besar di stadion.
Progres Perencanaan dan Target Lebar Jalan
Pemerintah daerah tidak tinggal tangan. Dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk pelebaran tahap awal sedang dalam proses reviu. Koordinasi dengan Kementerian PU terus dilakukan agar tahapan penetapan lokasi (penlok) dapat segera dimulai.
Rencananya, pelebaran Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai lebar total 25 meter. Pada tahap pertama, fokus pengerjaan adalah pada bentangan 3,5 kilometer dari Simpang Palima menuju Pasar Baros.
Manfaat Ganda: PON 2032 dan Ekonomi Warga
Gubernur Andra Soni menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar persiapan infrastruktur untuk even olahraga nasional. Peningkatan kapasitas jalan diharapkan mampu mengurangi kemacetan, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memberikan manfaat langsung bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Serang.
"Jalan ini merupakan jalur utama menuju kawasan sport center. Peningkatan kapasitas penting untuk mobilitas masyarakat maupun penyelenggara berbagai agenda berskala besar," kata Andra Soni saat peninjauan.
Dengan adanya usulan ini, publik menanti realisasi pembangunan fisik yang diharapkan rampung sebelum gelaran PON 2032 dimulai. Pemprov Banten berkomitmen untuk terus mengawal proses koordinasi agar proyek strategis ini tidak molor dari jadwal.