TANGERANG SELATAN — Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha Sudjana, mengungkapkan bahwa luas total area yang terancam bahaya kekeringan mencapai 16.485,47 hektare. Data ini dirilis Jumat (24/1/2026) sebagai respons terhadap prediksi musim kemarau yang lebih kering dari rata-rata 30 tahun terakhir di Indonesia.
Kecamatan Setu Paling Rawan, Enam Wilayah Lain Masih Kategori Rendah
Dari total luas zona rawan, Kecamatan Setu menempati posisi paling kritis. Meskipun secara umum masuk kelas sedang, wilayah ini memiliki luas bahaya rendah 1.246 hektare dan luas bahaya sedang 432,09 hektare. BPBD menyebut riwayat kekeringan dan intensitas curah hujan yang rendah menjadi faktor utama.
Enam kecamatan lainnya di Kota Tangsel masih masuk kategori rendah. Namun, Essa mengingatkan bahwa kondisi ini bisa berubah jika kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Kampung Koceak Langganan Kekeringan, BPBD Kirim 4.000 Liter Air Bersih
Dampak kemarau sudah terlihat di Kampung Koceak, RT 02 RW 01, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Wilayah ini disebut sebagai daerah langganan kekeringan setiap tahun. Pada Rabu lalu, BPBD Tangsel telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter untuk warga setempat.
“Dampak kemarau sudah muncul di Kampung Koceak, Keranggan, Kecamatan Setu tiap tahun daerah langganan kekeringan,” ujar Essa Nugraha Sudjana.
Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari 30 Tahun Terakhir
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih ekstrem dibandingkan siklus kekeringan tiga dekade terakhir di Indonesia. Essa menambahkan bahwa Kota Tangsel sudah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026 dan dampaknya langsung terasa.
“Dan Tangsel awal bulan Juli ini sudah masuk dan sudah ada yang terkena dampak dari kemarau tersebut,” jelasnya.
Langkah Antisipasi: Distribusi Air dan Pemetaan Zona Krisis
BPBD Tangsel saat ini terus memetakan titik-titik rawan kekeringan di seluruh kecamatan. Selain distribusi air bersih, pihaknya juga menyiapkan skenario darurat jika krisis air meluas ke wilayah lain. Warga diimbau untuk melaporkan jika mengalami kesulitan air bersih ke posko terdekat.
Pemerintah kota juga diminta untuk mengoptimalkan sumur bor dan tangki air cadangan di titik-titik strategis, terutama di Kecamatan Setu yang menjadi episentrum kekeringan tahun ini.