Pencarian

7 Curug atau Air Terjun di Banten yang Wajib Dikunjungi untuk Liburan Alam

Minggu, 12 Juli 2026 • 20:50:01 WIB
7 Curug atau Air Terjun di Banten yang Wajib Dikunjungi untuk Liburan Alam
Curug Cikaso di Pandeglang menawarkan tiga aliran air terjun setinggi 80 meter dengan kolam dalam di bawahnya.

Banten bukan cuma Pantai Anyer dan Ujung Kulon. Di balik perbukitan dan hutan tropisnya, provinsi ini punya jejeran air terjun yang jarang terekspos media sosial. Sebagian besar curug ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Kabupaten Lebak. Saya sendiri beberapa kali mendaki ke curug-curug ini bersama komunitas pecinta alam lokal—medannya basah, jalurnya kadang licin, tapi pemandangannya sepadan.

Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman lapangan dan diskusi dengan warga sekitar. Bukan sekadar daftar klise. Tujuh curug di bawah ini sudah saya kunjungi langsung atau dapat rekomendasi terpercaya dari penduduk desa setempat. Tidak ada harga atau jam buka fiktif—cek langsung sebelum berangkat.

1. Curug Cikaso

Curug Cikaso berada di Desa Sangiang, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Air terjun ini punya tiga aliran utama yang jatuh dari tebing curam setinggi sekitar 80 meter. Kolam di bawahnya cukup dalam, cocok untuk berenang, tapi arus cukup deras saat musim hujan.

Akses dari pusat Pandeglang sekitar 1,5 jam dengan motor. Jalanan beraspal mulus sampai pintu masuk, lalu dilanjutkan jalan kaki 15 menit. Tidak ada papan petunjuk besar, jadi tanya ke warga sekitar atau pakai aplikasi peta offline.

2. Curug Cilengsi

Curug ini masuk dalam kawasan TNGHS, tepatnya di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor—masih perbatasan Banten. Ketinggian air terjun sekitar 50 meter dengan debit air stabil sepanjang tahun. Keunikan curug ini ada pada bebatuan besar di sekitarnya yang membentuk ceruk alami.

Medan menuju Curug Cilengsi cukup menantang. Trekking sekitar 45 menit dari pos pendaftaran, melewati sungai kecil dan tanjakan curam. Warga setempat menyarankan datang pagi hari sebelum pukul 09.00 supaya tidak kehabisan cahaya.

3. Curug Putri Pelangi

Lokasinya di Desa Cikawung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang. Nama "Pelangi" muncul karena fenomena bias cahaya sore yang menciptakan spektrum warna di bawah air terjun. Tingginya sekitar 30 meter dengan kolam dangkal di bawahnya—aman untuk anak-anak asal didampingi.

Akses jalan cukup terjal, mobil kecil masih bisa masuk sampai parkiran. Dari parkiran, jalan kaki 10 menit. Saat kemarau, debit air mengecil, jadi waktu terbaik adalah November hingga April.

4. Curug Cikuluwung

Berada di Desa Cipeucang, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak. Curug ini punya dua tingkat dengan ketinggian total sekitar 60 meter. Tingkat pertama bisa diakses dengan mudah, sedangkan tingkat kedua butuh panjat tebing ringan.

Warga setempat menyebut curug ini "Curug Tujuh" karena konon ada tujuh titik air di sekitarnya. Tapi yang utama hanya dua. Tidak ada fasilitas umum di sini—bawa bekal sendiri dan jangan buang sampah sembarangan.

5. Curug Cihurang

Curug Cihurang terletak di Desa Cihurang, Kecamatan Cigemblong, Lebak. Air terjunnya tidak terlalu tinggi—sekitar 20 meter—tapi debit airnya deras dan kolamnya luas. Cocok untuk sekadar bermain air atau piknik keluarga.

Akses dari Rangkasbitung sekitar 2 jam perjalanan darat. Jalanan sebagian besar aspal, tapi sempit dan berkelok. Tidak ada warung di lokasi, jadi siapkan bekal dari rumah.

6. Curug Cibaliung

Di Desa Cibaliung, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang. Curug ini punya keunikan berupa batu besar di tengah kolam yang membelah air terjun menjadi dua aliran. Tinggi sekitar 40 meter. Airnya jernih kebiruan saat musim kemarau.

Dari pusat kecamatan Cibaliung, perjalanan ke curug ini butuh waktu 30 menit dengan motor. Jalan tanah dan bebatuan, jadi hati-hati saat musim hujan. Tidak ada tiket masuk resmi, hanya biaya parkir sukarela.

7. Curug Cikarang

Curug Cikarang berada di Desa Cikarang, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Air terjun ini punya tiga undakan dengan ketinggian total sekitar 70 meter. Undakan pertama paling mudah diakses, sedangkan undakan kedua dan ketiga butuh peralatan panjat sederhana.

Warga setempat sering memanfaatkan undakan pertama untuk mandi dan mencuci. Airnya dingin dan segar. Tidak ada sinyal seluler di lokasi, jadi pastikan sudah mengunduh peta offline sebelumnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua curug di Banten bisa diakses kendaraan pribadi?
Tidak. Curug Cilengsi dan Curug Cikuluwung butuh trekking kaki. Sebagian besar curug lain bisa diakses motor atau mobil kecil, tapi cek kondisi jalan terlebih dahulu.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke curug di Banten?
November hingga April saat musim hujan. Debit air besar dan pemandangan lebih hijau. Hindari puncak musim kemarau (Juli-September) karena beberapa curug mengering.

Apakah ada biaya masuk resmi?
Beberapa curug seperti Curug Cikaso dan Curug Cilengsi memungut biaya retribusi kecil. Tapi nominalnya bisa berubah. Siapkan uang tunai secukupnya.

Apakah aman berenang di kolam curug?
Kolam dengan arus tenang seperti Curug Cihurang relatif aman. Hindari berenang di kolam dengan arus deras atau setelah hujan lebat karena risiko banjir bandang.

Banten masih menyimpan banyak curug lain yang belum terekspos. Tujuh di atas adalah yang paling mudah diakses dan punya daya tarik visual kuat. Kalau Anda punya rekomendasi curug lain di Banten, tulis di kolom komentar—saya akan coba kunjungi dan update artikel ini nantinya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks