Pencarian

Walikota Serang Pastikan Jalan Cibadak–Pagar Agung Tuntas Tahun 2026, Sisa 200 Meter Dikerjakan Lewat APBD Perubahan

Selasa, 14 Juli 2026 • 17:01:01 WIB
Walikota Serang Pastikan Jalan Cibadak–Pagar Agung Tuntas Tahun 2026, Sisa 200 Meter Dikerjakan Lewat APBD Perubahan
Walikota Serang Budi Rustandi meninjau langsung ruas Jalan Cibadak–Pagar Agung yang masih menyisakan 200 meter pengerjaan.

SERANG — Jalan rusak di kawasan Cibadak–Pagar Agung, Kecamatan Walantaka, akhirnya mendapat kepastian penanganan. Walikota Serang Budi Rustandi menargetkan seluruh ruas sepanjang 1,4 kilometer itu selesai tahun ini.

“Dulu jalannya rusak, sekarang alhamdulillah sudah lancar karena sudah dibeton. Sekarang kita lanjut Jalan Cibadak. Insyaallah tahun ini selesai,” kata Budi saat meninjau lokasi, Selasa (15/6/2026).

Prioritas di Titik Terparah

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Muhammad Asdar, menjelaskan titik kerusakan terparah berada di sepanjang kurang lebih 400 meter. Dari jumlah itu, 190 meter telah diperbaiki melalui APBD murni.

“Yang terparah sekitar 400 meter. Kemarin sudah ditangani sekitar 190 meter, sehingga sisanya hampir 200 meter lagi akan kami selesaikan melalui APBD Perubahan,” ujar Asdar.

Pekerjaan lanjutan menggunakan konstruksi hotmix. Metode ini dipilih berdasarkan kajian teknis karena ruas jalan tersebut tidak dilalui kendaraan dengan muatan berat.

Pemkot Gandeng Perusahaan Lewat CSR

Selain mengandalkan APBD, Pemkot Serang juga menggandeng dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah perbaikan jembatan di wilayah tersebut.

Budi menegaskan bahwa anggaran CSR tidak masuk ke kas daerah. Perusahaan yang membangun langsung, sementara pemerintah hanya memfasilitasi dan mengoordinasikan kebutuhan.

“Anggaran CSR itu bukan masuk ke pemerintah. Perusahaan yang membangun langsung, kami hanya mengajak dan berkolaborasi agar mereka ikut membantu pembangunan di Kota Serang,” katanya.

Pembangunan Tak Hanya di Pusat Kota

Budi juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada proyek-proyek ikonik di pusat kota. Menurutnya, pembangunan jalan di kecamatan harus berjalan seimbang dengan pembangunan alun-alun sebagai ikon ibu kota Provinsi Banten.

“Kita membangun alun-alun sebagai ikon ibu kota Provinsi Banten, tetapi tidak melupakan pembangunan jalan di kecamatan. Semua harus berjalan seimbang,” tegasnya.

Drainase Akan Dikerjakan Setelah Jalan Rampung

Untuk sementara, DPUPR memprioritaskan penanganan badan jalan terlebih dahulu. Asdar mengatakan, pembangunan drainase akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan bidang Sumber Daya Air (SDA).

“Saat ini fokus kami menuntaskan jalan yang rusak terlebih dahulu. Untuk drainase nanti akan dikoordinasikan dengan bidang SDA,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: faktabanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks