TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang mengubah pola penanganan infrastruktur dengan menjadikan laporan masyarakat sebagai pemicu utama perbaikan jalan. Alih-alih menunggu inspeksi berkala, setiap aduan yang masuk melalui aplikasi LAKSA, Super Apps Tangerang LIVE, maupun kanal pengaduan lainnya langsung diproses oleh tim lapangan.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menegaskan bahwa verifikasi dilakukan untuk memastikan status kewenangan jalan, tingkat kerusakan, serta jenis penanganan yang dibutuhkan. "Begitu menerima laporan, tim kami langsung melakukan survei lapangan untuk memastikan kewenangan jalan, tingkat kerusakan, serta jenis penanganan yang diperlukan," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Prioritas pada Titik yang Mengancam Keselamatan Pengendara
Kerusakan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan menjadi prioritas utama dalam sistem ini. Untuk kategori tersebut, perbaikan sementara tidak menunggu proses administrasi yang panjang.
Pemkot menargetkan penanganan darurat dapat dieksekusi pada hari yang sama atau maksimal satu hari setelah hasil survei keluar. Langkah ini diambil untuk menekan risiko kecelakaan di tengah tingginya mobilitas kendaraan di wilayah perkotaan.
Bagaimana Warga Melaporkan Jalan Berlubang?
Masyarakat di sekitar Tangerang tidak perlu lagi datang langsung ke kantor kelurahan untuk mengadukan infrastruktur yang rusak. Cukup melalui gawai, laporan dapat dikirim secara real-time.
- Melalui aplikasi Super Apps Tangerang LIVE yang terintegrasi dengan berbagai layanan publik.
- Menggunakan kanal LAKSA (Layanan Aspirasi dan Aduan Masyarakat) yang tersedia di tingkat kota.
- Kanal pengaduan resmi lainnya yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika setempat.
Setiap laporan yang masuk akan otomatis tercatat dan diteruskan ke tim teknis untuk dijadwalkan survei. Dengan begitu, warga dapat memantau progres penanganan secara transparan.
Kondisi Jalan di Tangerang: 93 Persen Mantap, Sisanya Perlu Perhatian
Dari total 211 ruas jalan yang membentang hampir 280 kilometer, sekitar 7 persen masih dalam kategori tidak mantap. Angka ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas PUPR untuk terus ditekan melalui perbaikan bertahap.
Taufik menambahkan, keterlibatan warga dalam melaporkan kondisi lapangan sangat membantu percepatan data. "Kami mengajak masyarakat aktif melaporkan jalan rusak melalui kanal resmi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," pungkasnya.
Dengan sistem yang mengandalkan partisipasi publik ini, Pemkot Tangerang berharap tidak ada lagi lubang yang dibiarkan terlalu lama membahayakan pengguna jalan, terutama di jam-jam sibuk dan saat musim hujan.