BANTEN — Portal cekbansos.kemensos.go.id memungkinkan warga memeriksa status penerima bantuan sosial berdasarkan NIK 16 digit, termasuk program PKH dan Sembako. Penerima manfaat aktif maupun yang data keluarganya belum terdaftar perlu memahami cara membaca hasil pencarian agar tidak salah simpul soal kelayakan. Jika data tidak sesuai kondisi riil, pemutakhiran bisa diajukan lewat desa/kelurahan atau Dinas Sosial setempat.
Kementerian Sosial menyediakan layanan pengecekan bansos secara mandiri melalui situs cekbansos.kemensos.go.id. Rujukan datanya adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang ditetapkan lewat Instruksi Presiden No. 4/2025 sebagai basis bersama untuk perencanaan, penetapan sasaran, hingga evaluasi program bantuan sosial.
Badan Pusat Statistik (BPS) bertugas menyusun dan mengelola DTSEN secara berkala. Artinya, data kesejahteraan keluarga tidak statis — bisa berubah mengikuti hasil pemutakhiran.
Langkah Cek Status Penerima via Situs Kemensos
- Buka laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Siapkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Masukkan kode CAPTCHA yang tertera. Jika kurang jelas, klik ikon perbarui kode.
- Klik tombol "CARI DATA".
- Sistem akan menampilkan detail penerima manfaat, jenis program bantuan, dan angka desil kesejahteraan jika tersedia.
Jika data tidak ditemukan, periksa kembali NIK yang dimasukkan. Warga juga dapat menghubungi pemerintah desa/kelurahan atau Dinas Sosial setempat untuk meminta pemeriksaan ulang.
Cara Membaca Hasil Pencarian
Setelah data muncul, cocokkan nama dan identitas yang ditampilkan dengan data Anda. Pastikan hasil pencarian merujuk pada individu yang tepat, bukan nama yang mirip.
Periksa status kepesertaan dan jenis program yang tercatat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako (BPNT), atau bantuan lain yang terdaftar dalam sistem. Perhatikan juga keterangan bulan atau tahap penyaluran untuk mengetahui apakah bantuan sedang diproses atau sudah disalurkan.
Arti Angka Desil Kesejahteraan
DTSEN membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok atau desil. Desil 1 adalah kelompok 10% terbawah, sedangkan desil 10 adalah yang tertinggi.
Desil 1–4 dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Program Sembako. Desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Nilai desil bersifat dinamis dan dihitung ulang secara berkala oleh BPS.
Jika Data Tidak Ditemukan atau Tidak Sesuai
Data yang tidak muncul jangan langsung disimpulkan sebagai tidak layak. Penyebabnya bisa kesalahan pengetikan NIK, data keluarga belum terdaftar di DTSEN, atau gangguan teknis sistem Kemensos.
Untuk data yang tidak sesuai kondisi riil, warga dapat mengajukan pemutakhiran melalui kelurahan/desa, Dinas Sosial, atau fitur dalam aplikasi resmi. Nama yang muncul di hasil pencarian menandakan NIK terdaftar dalam sistem — langkah berikutnya adalah memeriksa kolom status kepesertaan dan jenis program untuk memastikan status aktif pada periode berjalan.
Beda Fungsi Situs dan Aplikasi Cek Bansos
Situs cekbansos.kemensos.go.id dipakai khusus untuk mengecek informasi penerima berdasarkan NIK dan melihat status desil kesejahteraan. Aplikasi Cek Bansos versi mobile punya fungsi tambahan untuk partisipasi masyarakat.
Dua fitur di aplikasi itu adalah Usul, untuk mengajukan data calon penerima baru, dan Sanggah, untuk menyampaikan keberatan terhadap data penerima yang dinilai tidak tepat sasaran.
Warga yang menemui kendala data dapat menghubungi Dinas Sosial setempat atau pemerintah desa/kelurahan sebagai kanal pengaduan resmi. Kemensos tidak memungut biaya untuk pengecekan maupun pemutakhiran data — waspadai pihak yang menjanjikan pencairan bansos dengan imbalan uang.