Pencarian

Polsek Cisoka Buru 2 Pembacok Pelajar SMP di Solear Tangerang, Korban Luka Bacok Nyaris Putus

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:13:32 WIB
Polsek Cisoka Buru 2 Pembacok Pelajar SMP di Solear Tangerang, Korban Luka Bacok Nyaris Putus
Polisi menunjukkan barang bukti tas milik korban pembacokan pelajar SMP di Solear, Tangerang.

TANGERANG — Kanit Reskrim Polsek Cisoka Ipda Icuk Tulus mengatakan identitas kedua terduga pelaku sudah dikantongi petugas. Tim di lapangan saat ini tengah melakukan pengejaran untuk menangkap keduanya.

"Identitas pelaku sudah kami kantongi, dan tim di lapangan sedang melakukan pengejaran untuk penangkapan," ujar Icuk di Tangerang, Kamis (20/8), melansir Antara.

Korban Diserang Saat Kendaraan Mogok di Jalan

Peristiwa berdarah itu bermula ketika korban tengah dalam perjalanan menggunakan kendaraan di Kampung Munjul. Di tengah jalan, kendaraan yang ditumpanginya tiba-tiba mogok.

"Di tengah jalan, kendaraan yang ditumpangi korban mendadak mogok. Saat itulah ia menjadi sasaran penyerangan oleh orang tidak dikenal dari salah satu kelompok sekolah yang terlibat tawuran," jelas Icuk.

Luka Bacok Nyaris Putus, Korban Jalani Operasi

Akibat serangan tersebut, AH menderita luka bacok serius pada pergelangan tangan kiri hingga nyaris putus. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tigaraksa dan telah menjalani operasi untuk menangani lukanya.

Polisi belum dapat memastikan apakah kedua terduga pelaku berstatus sebagai pelajar atau bukan. Proses penyidikan masih berjalan untuk mengembangkan kasus ini.

"Sementara untuk status pelaku, apakah dari kalangan pelajar atau bukan, kami belum dapat memastikannya dan masih dalam tahap pengembangan," kata Icuk.

Barang Bukti dan Imbauan Pengawasan

Sejauh ini, aparat telah mengamankan satu barang bukti berupa tas milik korban yang masih terdapat noda darah. Barang bukti tersebut akan digunakan untuk memperkuat proses hukum para tersangka.

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau para orang tua dan pihak sekolah memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial. Hal ini penting agar pelajar tidak mudah terprovokasi oleh konten kekerasan yang beredar.

"Kami mengimbau agar orang tua dan sekolah meningkatkan pengawasan, terutama terhadap penggunaan media sosial anak-anak, supaya mereka tidak terpengaruh konten kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan nyawa," pungkas Icuk.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks