Pilar Saga Ichsan Tekankan Pendidikan Karakter Asah Asih Asuh di Tangsel

Penulis: Jefri Andika  •  Senin, 04 Mei 2026 | 14:38:01 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam pembangunan daerah.

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan mempertegas arah pembangunan pendidikan yang berfokus pada nilai kemanusiaan dan penguatan karakter. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyebut pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses panjang untuk memanusiakan manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan Pilar dalam acara peringatan pendidikan yang berlangsung di Sekolah Al-Azhar BSD, Serpong. Di hadapan para pemangku kepentingan, ia mengingatkan bahwa tantangan masa depan tidak hanya terletak pada akses pendidikan, tetapi juga pada kualitas dan integritas moral peserta didik.

Relevansi Ajaran Ki Hajar Dewantara di Era Digital

Pilar mengajak seluruh elemen pendidikan untuk kembali meneladani ajaran Ki Hajar Dewantara melalui tiga pilar utama: asah (pengembangan intelektual), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan). Menurutnya, ketiga nilai tersebut tetap menjadi kompas yang relevan di tengah disrupsi teknologi yang masif.

“Pendidikan harus dijalankan dengan ketulusan dan kasih sayang. Intinya adalah memuliakan manusia,” kata Pilar dalam sambutannya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menambahkan bahwa pendidikan dituntut melahirkan generasi yang cerdas secara akademik namun tetap memiliki karakter kuat. Hal ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan pembentukan insan beriman, berakhlak mulia, dan mandiri.

Fokus Peningkatan Mutu Guru dan Digitalisasi Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memaparkan sejumlah langkah strategis untuk mendongkrak mutu pendidikan daerah. Fokus utama mencakup pembangunan serta revitalisasi satuan pendidikan dan percepatan digitalisasi dalam proses pembelajaran di kelas.

Pilar menilai peran guru merupakan faktor sentral dalam ekosistem ini. Guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar teknis, tetapi juga menjadi teladan utama dalam membentuk adab dan etika siswa di lingkungan sekolah.

“Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh guru. Mereka bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk adab,” ujarnya.

Pemerintah juga mendorong penguatan literasi dan numerasi melalui pendekatan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Pendekatan ini dianggap krusial untuk menjawab kebutuhan industri dan perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Kolaborasi Ekosistem untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Pilar menekankan bahwa layanan pendidikan di Tangerang Selatan harus mudah dijangkau, inklusif, dan fleksibel terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berpendapat bahwa perbaikan kualitas bangsa harus dimulai dari transformasi yang terjadi di dalam ruang-ruang kelas.

“Jika ingin memajukan bangsa, perbaiki pendidikannya. Dan itu dimulai dari ruang kelas,” tegas Pilar.

Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan kolaboratif dari keluarga, masyarakat, dan media. Ekosistem pendidikan yang tangguh memerlukan perubahan pola pikir dan kejelasan misi dari seluruh elemen yang terlibat.

Acara diakhiri dengan penandatanganan deklarasi komitmen bersama antara pemerintah dan lembaga pendidikan. Kesepakatan ini menjadi simbol transformasi pendidikan di Tangerang Selatan yang tidak hanya mengejar capaian kuantitatif, tetapi juga perubahan nyata pada kualitas peradaban manusia.

Reporter: Jefri Andika
Back to top