TANGERANG SELATAN — Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah yang berkelas dan kompetitif. Kick-off ini menandai dimulainya kerja maraton seluruh elemen daerah untuk menyambut ribuan atlet dari seluruh penjuru Banten dua tahun mendatang.
Benyamin menyatakan bahwa Porprov VII bukan sekadar ajang seremonial, melainkan panggung pembuktian bagi atlet muda lokal. Pemkot Tangsel kini tengah mengejar penyelesaian fasilitas olahraga untuk mendukung seluruh cabang yang akan dipertandingkan.
“Ini bukan acara biasa. Ini kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Tangsel siap menyukseskan Porprov,” tegas Benyamin dalam rilis resmi, Selasa (5/5/2026).
Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan total, mulai dari penyediaan fasilitas, pembinaan atlet, hingga kesiapan teknis di lapangan. Targetnya jelas: Tangsel tidak hanya ingin sukses menyelenggarakan acara, tetapi juga bersinar dalam perolehan medali.
Ketua Pengurus Besar (PB) Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, menjelaskan bahwa persiapan teknis kini memasuki fase krusial. Dalam acara tersebut, panitia juga merilis logo, jingle, dan maskot resmi dengan slogan 'Tangsel Jawara' sebagai simbol semangat juang.
Pilar meminta para atlet tetap fokus pada latihan disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas selama masa persiapan. Sekitar seribu atlet dan pelatih hadir memberikan dukungan moral dalam acara peluncuran tersebut.
“Persiapkan diri sebaik mungkin. Tunjukkan kualitas dan jaga sportivitas,” pesan Pilar kepada para atlet yang hadir.
Selain infrastruktur, Pemkot Tangsel menekankan pentingnya pembinaan mental bagi para atlet. Ajang ini diproyeksikan menjadi kawah candradimuka untuk melahirkan generasi juara yang tangguh secara fisik maupun mental.
Kolaborasi antara KONI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama agar penyelenggaraan berjalan tanpa hambatan teknis. Tangsel menargetkan tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga meninggalkan warisan fasilitas olahraga yang memadai bagi warga pasca-kompetisi.
Hingga saat ini, koordinasi antar-lini terus diperkuat untuk memastikan 58 cabang olahraga memiliki venue yang sesuai standar. Langkah ini diambil guna memastikan posisi Tangsel sebagai barometer prestasi olahraga di Provinsi Banten.