TANGERANG SELATAN — Manajemen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus mendorong realisasi pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Kampus I, Ciputat. Meski sempat masuk dalam daftar efisiensi, pihak kampus memastikan komitmen pendanaan tetap terjaga demi menghadirkan fasilitas penyeberangan yang layak bagi publik.
Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) UIN Jakarta, Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah awal, termasuk penyusunan desain konseptual JPO. Namun, eksekusi fisik di lapangan masih bergantung pada tindak lanjut perizinan dan regulasi teknis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan.
Sebagai bukti keseriusan, UIN Jakarta sebenarnya telah memplot anggaran besar pada tahun anggaran 2025. Dana tersebut diproyeksikan untuk menopang kebutuhan konstruksi infrastruktur penyeberangan di jalur protokol tersebut.
“Meski terdampak efisiensi, namun penyediaan anggaran ini menunjukkan keseriusan kampus dalam menghadirkan fasilitas penyeberangan yang aman bagi sivitas akademika dan masyarakat umum,” ujar Zaenal pada Selasa (05/05/2026).
Pihak kampus menekankan bahwa alokasi dana hingga Rp7 miliar tersebut merupakan bentuk investasi keselamatan. Hal ini mengingat tingginya risiko kecelakaan bagi mahasiswa maupun warga yang saban hari harus membelah kepadatan lalu lintas di kawasan Ciputat.
Hingga saat ini, progres proyek masih tertahan di meja koordinasi pascakajian relokasi. UIN Jakarta dan Pemkot Tangsel sebelumnya telah sepakat untuk memindahkan titik JPO lama ke lokasi yang lebih strategis, tepat di depan gerbang utama kampus.
Zaenal menyebutkan bahwa UIN Jakarta pada prinsipnya berada dalam posisi siap mendukung penuh percepatan proyek. Kendala utama yang kini dinanti penyelesaiannya adalah aspek legalitas perizinan serta koordinasi teknis antarinstansi terkait di lingkup Pemkot Tangsel.
“Kami terus berkoordinasi dengan Pemkot Tangsel, terutama dalam hal perizinan dan koordinasi lanjutan dengan pihak terkait,” imbuhnya.
Jalan Raya Ir. H. Juanda merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan wilayah Jakarta Selatan melalui Pasar Jumat dengan Tangerang Selatan hingga ke arah Provinsi Banten. Volume kendaraan yang melintas di depan kampus UIN Jakarta tergolong sangat padat sepanjang hari.
Selain fungsi utamanya untuk keselamatan, JPO baru ini dirancang dengan menyentuh aspek estetika kawasan. Kampus menginginkan infrastruktur ini juga berfungsi sebagai media informasi institusional yang modern, memperkuat citra kawasan Ciputat yang lebih tertata.
Pihak kampus menargetkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor swasta ini bisa membuahkan hasil nyata dalam waktu dekat. Harapannya, konstruksi fisik dapat segera terealisasi pada tahun 2026 ini.
“Ini kita lakukan semata agar infrastruktur lingkungan bisa support iklim akademik yang aman dan nyaman,” pungkas Zaenal.