Google Chrome Diam-diam Tanam Model AI 4GB di Komputer Pengguna

Penulis: Luqman Arif  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 18:10:24 WIB
Google Chrome memasang model AI Gemini Nano 4GB secara otomatis tanpa izin pengguna.

Google dilaporkan memasang model kecerdasan buatan Gemini Nano berukuran 4 GB secara otomatis ke dalam browser Chrome tanpa izin eksplisit dari pemilik perangkat. Praktik ini memicu kritik tajam terkait transparansi dan penggunaan sumber daya komputer pengguna untuk kepentingan efisiensi server perusahaan.

Temuan ini pertama kali diungkap oleh Alexander Hanff, seorang ilmuwan komputer sekaligus aktivis privasi yang dikenal dengan julukan "That Privacy Guy". Google kedapatan menyisipkan Gemini Nano—model AI yang dirancang untuk berjalan secara lokal di perangkat—ke dalam instalasi Chrome tanpa memberikan notifikasi atau meminta persetujuan terlebih dahulu.

Langkah ini terdeteksi pada perangkat yang memenuhi spesifikasi perangkat keras tertentu, seperti kapasitas RAM dan kekuatan prosesor yang memadai. Meskipun Gemini Nano berfungsi untuk fitur-fitur seperti deteksi penipuan telepon, ringkasan rekaman, dan bantuan penulisan pesan, banyak pengguna keberatan karena ruang penyimpanan mereka terpakai sebesar 4 GB tanpa pemberitahuan.

Google Pangkas Biaya Server dengan Memanfaatkan Perangkat Keras Pengguna

Keputusan Google untuk menanamkan model AI secara lokal diduga kuat merupakan strategi penghematan biaya infrastruktur. Dengan menjalankan proses inferensi AI langsung di laptop atau komputer pengguna, Google tidak perlu menanggung beban biaya komputasi di server cloud mereka sendiri.

"Menjalankan inferensi pada perangkat keras milik pengguna memungkinkan mereka mendorong fitur AI tanpa biaya komputasi," ujar Hanff saat memberikan keterangan kepada CNET. Strategi ini secara efektif memindahkan beban operasional perusahaan ke sumber daya listrik dan penyimpanan milik konsumen.

Perlu dicatat bahwa Gemini Nano berbeda dengan fitur AI Gemini yang muncul di bilah alamat (address bar) Chrome. Jika pengguna berinteraksi dengan AI di bilah alamat, kueri tersebut tetap dikirim dan diproses di server Google, bukan diproses secara lokal oleh model 4 GB yang tersembunyi ini.

Potensi Pelanggaran Privasi dan Aturan Data Uni Eropa

Instalasi diam-diam ini memicu perdebatan hukum, terutama di wilayah Uni Eropa yang memiliki aturan ketat terkait perlindungan data. Hanff menilai tindakan Google berpotensi melanggar prinsip transparansi, keadilan, dan legalitas yang tertuang dalam General Data Protection Regulation (GDPR).

Selain masalah data, Google juga disorot terkait dampak lingkungan dari eksekusi model AI secara masif di jutaan perangkat pengguna. Hanff berpendapat bahwa Google seharusnya melaporkan aktivitas ini di bawah Corporate Sustainability Reporting Directive karena adanya konsumsi energi tambahan di sisi klien.

"Google telah memberi kita setiap alasan untuk tidak mempercayai mereka dengan sejarah pelanggaran privasi global selama dua dekade," tegas Hanff. Ia menduga Google sengaja menghindari prosedur perizinan karena khawatir hal itu akan menghambat adopsi model AI mereka secara massal.

Langkah Memeriksa dan Menghapus Model AI Gemini Nano

Pengguna dapat memeriksa keberadaan model ini melalui manajer file di sistem operasi masing-masing. Cari folder bernama OptGuideOnDeviceModel di dalam direktori instalasi Chrome; jika di dalamnya terdapat file weights.bin, berarti Gemini Nano sudah bersarang di perangkat Anda.

Untuk menghapusnya tanpa mencopot pemasangan Chrome secara keseluruhan, pengguna bisa mengakses pengaturan eksperimental browser. Ketik chrome://flags di bilah alamat, cari opsi bertajuk "Enables optimization guide on device", lalu ubah statusnya menjadi "Disabled".

Pihak Google sendiri menyatakan bahwa Gemini Nano akan otomatis terhapus jika perangkat kekurangan sumber daya seperti RAM atau ruang penyimpanan. Juru bicara Google mengklaim bahwa sejak Februari lalu, mereka telah menggulirkan opsi bagi pengguna untuk menonaktifkan dan menghapus model tersebut melalui menu pengaturan Chrome secara langsung.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: cnet.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top