Pemprov Banten Dorong HIPMI Cetak Wirausaha Muda di Sektor Agribisnis

Penulis: Oman Sudirman  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 22:49:01 WIB
Pemprov Banten dorong HIPMI kembangkan wirausaha muda di sektor agribisnis melalui smart farming.

SERANG — Ekonomi Provinsi Banten menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,64 persen pada Triwulan I Tahun 2026. Capaian ini menjadi momentum bagi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banten untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Iwan Hermawan menekankan pentingnya peran HIPMI sebagai motor penggerak ekonomi. Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah dalam Rakerda dan Forum Bisnis Daerah HIPMI di Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Jumat (8/5/2026).

“Melalui Rakerda dan kegiatan ini, saya berharap lahir program-program dari HIPMI Provinsi Banten yang berdampak serta membuka peluang-peluang kerja sama yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Iwan.

Sektor Pertanian Tumbuh 17,88 Persen Jadi Penopang Utama

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan struktur ekonomi Banten saat ini masih sangat bergantung pada sektor primer dan industri pengolahan. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan bahkan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen dengan kontribusi PDRB Rp 17,59 triliun.

Sementara itu, sektor industri pengolahan tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai PDRB mencapai Rp 74,20 triliun meski pertumbuhannya berada di angka 3,69 persen. Iwan menyebut data ini menegaskan bahwa sektor primer tetap menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi daerah di tengah arus digitalisasi.

“Ini menegaskan bahwa di tengah arus industrialisasi dan digitalisasi, sektor primer tetap menjadi fondasi penting bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi Banten,” katanya menjelaskan.

Tantangan Regenerasi: Petani Milenial Baru Mencapai 7,64 Persen

Meski sektor agribisnis memiliki potensi besar, Pemprov Banten menyoroti minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian, jumlah petani milenial di Banten baru menyentuh angka 46.561 orang atau hanya sekitar 7,64 persen dari total petani.

Kondisi ini dianggap sebagai tantangan serius bagi keberlanjutan rantai pasok pangan daerah. HIPMI Banten diharapkan mampu mengambil peran strategis untuk mengubah citra sektor pertanian menjadi bidang usaha yang modern dan menjanjikan bagi anak muda.

“Artinya, regenerasi di sektor pertanian masih sangat terbatas. Karena itu, saya berharap HIPMI Banten terus menumbuhkan minat wirausaha muda di bidang agribisnis,” tambah Iwan.

HIPMI Banten Diminta Kembangkan Ekosistem Smart Farming

Peluang wirausaha di sektor agribisnis tidak lagi terbatas pada aktivitas tanam-menanam di lahan. Pemprov Banten mendorong anak muda untuk masuk ke dalam ekosistem hilirisasi, mulai dari pengolahan pascapanen, distribusi, hingga pemasaran berbasis digital.

Penerapan smart farming dan pembangunan rantai pasok yang efisien menjadi kunci agar produk pertanian lokal memiliki nilai tambah tinggi. Iwan optimistis HIPMI bisa menjadi lokomotif yang membawa inovasi teknologi ke tangan para petani muda.

“Membangun rantai pasok pangan yang efisien mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah tinggi serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar,” pungkasnya.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: tangerangpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top