IHSG Anjlok 0,40% di Awal Pekan, Saham FIRE dan MORA Justru Melesat 25%

Penulis: Luqman Arif  •  Senin, 11 Mei 2026 | 10:53:01 WIB
IHSG turun 0,40% di awal pekan, mencatat level 6.941.

Sebanyak 25 poin terkikis dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Senin (11/5/2026), membuatnya terperosok ke level 6.941. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual besar-besaran di sektor energi dan material dasar, namun saham-saham seperti FIRE, NIRO, dan MORA justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan.

JAKARTA — Pembeli dan penjual di lantai bursa langsung dihadapkan pada tekanan jual yang cukup deras saat perdagangan dibuka. IHSG ambles 0,40 persen, melanjutkan tren negatif dari akhir pekan lalu yang ditutup dengan kejatuhan 2,86 persen. Saat itu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 389,31 miliar di seluruh pasar.

Emiten Tambang dan Energi Paling Terpuruk

Tekanan terbesar datang dari saham-saham big cap di sektor tambang. AMMN ambrol 9,27 persen, disusul TINS yang melemah 14,88 persen, INDY turun 14,82 persen, dan INCO yang terkoreksi 13,89 persen. BREN dan EMAS juga ikut terseret dengan pelemahan masing-masing 11,83 persen dan 12,22 persen. Sektor energi dan material dasar menjadi yang paling terpukul dengan penurunan indeks mencapai 4,59 persen dan 7,80 persen.

Dua Sektor Justru Hijau di Tengah Badai

Namun, tidak semua sektor bernasib sama. Di saat mayoritas saham memerah, sektor infrastruktur dan kesehatan justru berhasil mencatatkan penguatan. Saham-saham di sektor kesehatan bahkan menjadi primadona dengan mencatatkan Auto Reject Atas (ARA). MPOW melesat 34,55 persen, MEDS naik 34,48 persen, IRRA menguat 25 persen, dan KAEF menanjak 24,51 persen. PEHA juga ikut meroket 24,83 persen.

Saham FIRE, NIRO, dan MORA Jadi Penyelamat Portofolio

Di luar sektor kesehatan, beberapa saham spesifik juga mencuri perhatian. Saham FIRE berhasil melompat 25 persen ke level Rp 170, saham NIRO melesat 19 persen menjadi Rp 238, dan MORA naik 15 persen ke posisi Rp 8.650. Kenaikan ini kontras dengan pelemahan mayoritas saham di sektor keuangan dan konsumer primer yang turun 1,48 persen dan 3,39 persen.

Apa yang Terjadi dengan Saham Big Cap Akhir Pekan Lalu?

Kejatuhan IHSG akhir pekan lalu dipicu oleh aksi jual besar-besaran di saham-saham berkapitalisasi besar. Saham BMRI menjadi yang paling banyak dilego asing dengan nilai net sell mencapai Rp 436,38 miliar. Disusul BUMI sebesar Rp 82,88 miliar dan TINS sebesar Rp 76,45 miliar. Tekanan ini membuat IHSG ditutup jatuh 204,92 poin pada Jumat pekan lalu.

Bagaimana prospek IHSG ke depan?

Pelemahan hari ini menunjukkan sentimen pasar masih rapuh, terutama di sektor komoditas. Namun, penguatan di sektor kesehatan dan saham-saham tertentu seperti FIRE dan MORA memberikan sinyal bahwa masih ada ruang bagi investor untuk mencari keuntungan di tengah volatilitas. Pelaku pasar kini menanti katalis baru dari data ekonomi global dan kebijakan domestik untuk menentukan arah selanjutnya.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: investortrust.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top