LEBAK — Geliat investasi di Kabupaten Lebak, Banten, menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, mengungkapkan bahwa sebanyak 212 perusahaan dengan total 664 proyek berhasil merealisasikan investasi pada triwulan I 2026.
“Perusahaan PMDN dan PMA yang menanamkan modalnya di daerah tersebut terhitung pada triwulan 1 2026 mencapai 212 perusahaan dengan 664 proyek, dan mampu menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 2.856 orang,” kata Robertus di Lebak, Jumat (pekan lalu).
Dari total investasi Rp 580 miliar, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp 155 miliar. Sektor gas, listrik, dan air menyusul dengan investasi Rp 126 miliar. Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatatkan angka Rp 98 miliar.
Adapun sektor hotel dan restoran menyumbang investasi Rp 55 miliar. Sementara sektor industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatan mencapai Rp 29 miliar.
Dari sisi penanaman modal asing (PMA), Singapura menjadi negara dengan investasi terbesar di Lebak, yakni Rp 65 miliar. Disusul China sebesar Rp 30 miliar dan Amerika Serikat Rp 26 miliar. Korea Selatan menanamkan modal Rp 7 miliar, sementara Malaysia dan Inggris masing-masing Rp 5 miliar.
Robertus menambahkan, pihaknya terus mendorong masuknya investasi baru ke Lebak. Harapannya, realisasi modal itu bisa meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 08 Tahun 2025.
“Kami berharap ke depannya banyak perusahaan PMDN dan PMA menanamkan modalnya di daerah ini, sehingga mendorong peningkatan PDRB dan dapat mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujar Robertus.