BANTEN — Kemenangan dramatis di Sardegna Arena membuat Cagliari mengoleksi 36 poin, unggul empat angka dari zona degradasi dengan satu pertandingan tersisa. Hasil ini sekaligus mengakhiri kekhawatiran akan turun kasta setelah sebelumnya mereka kalah 0-2 dari Udinese.
Torino unggul lebih dulu melalui gol spektakuler Rafael Obrador pada menit ke-38. Tendangan jarak jauhnya melengkung dan bertenaga, tak mampu dijangkau kiper Cagliari.
Namun keunggulan Torino hanya bertahan 60 detik. Sebastiano Esposito langsung menyamakan kedudukan. Menerima bola dengan punggung menghadap gawang, ia berputar dan melepaskan tembakan mendatar ke sudut jauh gawang Torino.
Cagliari berbalik unggul saat injury time babak pertama. Sepakan Gabriele Zappa sempat ditepis Alberto Paleari, namun bola muntah langsung disambar Yerry Mina. Bek asal Kolombia itu sukses membobol gawang dari jarak dekat.
Di babak kedua, Torino mencoba membalas. Sepakan voli Che Adams nyaris menjadi gol andai tidak ditepis gemilang Elia Caprile menggunakan kakinya. Cagliari juga punya peluang lewat sundulan Paul Mendy yang masih melebar.
Laga ini terasa spesial bagi Cagliari. Sebelum kick-off, striker Leonardo Pavoletti mendapat penghormatan atas keputusannya pensiun. Momen haru itu seolah menjadi suntikan motivasi bagi tim tuan rumah.
Cagliari tampil tanpa beberapa pemain kunci. Ze Pedro harus absen karena akumulasi kartu, sementara Mattia Felici, Luca Mazzitelli, dan Riyad Idrissi masih dalam perawatan. Di kubu Torino, Gvidas Gineitis juga terkena sanksi.
Kemenangan ini memastikan Cagliari tak akan terjerumus ke Serie B. Mereka kini duduk di peringkat ke-15 dengan 36 poin. Sementara Torino yang sudah aman di papan tengah tak terlalu dirugikan dengan kekalahan ini.
Pada laga terakhir, Cagliari hanya butuh hasil imbang untuk benar-benar mengamankan posisi. Namun kemenangan dramatis ini jelas menjadi modal berharga sekaligus hadiah perpisahan manis untuk Pavoletti.