LEBAK — Jalan utama warga di Kampung Pasir Laja, RT 01 RW 08, Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, putus total akibat longsor dan pergeseran tanah. Akses vital yang menghubungkan warga ke sekolah, tempat kerja, dan pasar itu amblas setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras pada Sabtu (16/5/2026) malam. Hingga Senin (18/5/2026), kendaraan roda dua maupun roda empat belum bisa melintas.
Salah seorang warga, Asep (42), menceritakan longsor terjadi secara bertahap. Hujan deras yang turun sejak Sabtu sore membuat tanah di badan jalan mulai retak kecil. “Awalnya cuma retak kecil, tapi lama-lama tanah bergerak dan jalan langsung amblas. Sekarang kendaraan sudah tidak bisa lewat,” kata Asep, Senin.
Pergerakan tanah menyebabkan badan jalan mengalami kerusakan parah. Sejumlah titik mengalami retakan besar sebelum akhirnya longsor dan memutus akses satu-satunya warga di kampung tersebut. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah desa masih berupaya membuka akses darurat.
Asep menegaskan jalan yang longsor merupakan urat nadi perekonomian warga Kampung Pasir Laja. Jalur tersebut biasa digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, pergi ke sekolah, serta berangkat kerja ke kecamatan. “Ini jalan utama warga. Sekarang akses jadi lumpuh karena kendaraan enggak bisa melintas,” ujarnya.
Kondisi ini memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit dilalui. Belum ada kepastian kapan akses utama tersebut bisa diperbaiki dan berfungsi kembali.
Bencana longsor di Cilograng terjadi di tengah cuaca ekstrem yang meluas di Kabupaten Lebak. Kepala BPBD Lebak, Sukanta, melaporkan banjir akibat luapan sungai juga merendam puluhan rumah dan fasilitas umum di lima kecamatan.
Lima kecamatan yang terdampak banjir meliputi Cigemblong, Cipanas, Sajira, Lewidamar, dan Muncang. Sejumlah sungai meluap akibat tingginya intensitas hujan, di antaranya Sungai Peucangpari, Cimaur, Cibeurih, Cilaki, Ciminyak, dan Cisimet. “Lima kecamatan terdampak mulai dari Cigemblong, Cipanas, Sajira, Lewidamar, dan Muncang,” kata Sukanta, Sabtu (16/5/2026).
BPBD masih melakukan pendataan jumlah rumah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor di wilayah tersebut. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi menyusul prakiraan cuaca yang masih menunjukkan potensi hujan lebat di wilayah Lebak.