SERANG — Gubernur Banten Andra Soni melontarkan kritik tajam kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang dinilai terlalu bergantung pada anggaran provinsi untuk menangani infrastruktur jalan. Ia membandingkan dengan sejumlah daerah lain yang tetap mengalokasikan anggaran sendiri meski fiskal tertekan.
“Saya nggak mau serta-merta semua diserahkan ke provinsi. Ini yang terlihat sekali itu kan Pandeglang. Saya juga ingin lihat apa yang dilakukan Pandeglang dalam upaya mengurangi infrastruktur yang rusak,” ujar Andra saat riung bersama kepala OPD Banten di Taman Jati Gedung Negara Banten, Senin (18/5/2026).
Staf Ahli Gubernur Banten, Kurnia Satriawan, yang pernah bertugas di Pandeglang, mengungkapkan kondisi fiskal daerah yang lumpuh. Kemantapan jalan sempat naik dari 42 persen ke 60 persen pada 2021–2025 melalui program Jakamantul, namun kini turun drastis akibat berkurangnya dana transfer pusat.
“Semenjak turunnya transfer ke daerah, kemampuan Pemkab Pandeglang mengintervensi pembangunan jalan kabupaten melalui APBD sangat kecil. Sekarang anggaran hanya Rp1 miliar untuk kegiatan pemeliharaan,” kata Kurnia.
Andra menegaskan pembangunan di Banten harus adil untuk seluruh kabupaten dan kota. Ego sektoral atau sikap pasif satu daerah dinilai dapat menghambat irama pembangunan secara keseluruhan.
“Saya enggak mau karena tidak punya anggaran, terus akhirnya gitu-gitu aja. Banten ini bukan cuma Pandeglang. Ada Lebak, Kabupaten Serang, Tangerang, dan sebagainya. Jangan cuma menerima, tapi juga harus bisa men-support,” tegasnya.
Ia menyebut Kota Cilegon dan Kabupaten Lebak sebagai contoh yang tetap membangun jalan secara mandiri meski menghadapi tekanan fiskal. “Semangat Cilegon bagus. Kota Serang juga, kita bangun berapa kilo, mereka bangun sekian kilo. Kabupaten Lebak ada upaya ke sana,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, menjelaskan program stimulus ‘Bang Andra’ yang mengucurkan Rp184 miliar tahun lalu dan Rp164 miliar tahun ini bukan untuk menggantikan kewajiban pemerintah daerah. Program ini murni stimulus multisektor, dengan 60 persen porsi tahun ini diarahkan ke Banten selatan.
“Program Bang Andra adalah intervensi dan stimulus dari provinsi untuk membantu pembangunan jalan yang merupakan kewenangan kabupaten atau desa. Kami tidak mengambil alih kewenangan mereka,” ucap Arlan.
Total panjang jalan di Banten mencapai 11.300 kilometer, namun baru 40 persen dalam kondisi mantap. Sementara itu, jalan provinsi sudah 96 persen dalam kondisi baik.
Andra menekankan Pandeglang harus lebih agresif berkoordinasi dengan pemprov, terutama karena pihaknya terus berupaya menarik anggaran dari pemerintah pusat. “Ke pusat juga kita banyak bergerak untuk bagaimana bawa Pandeglang. Nah, Pandeglang harus lebih aktif ke kita,” cetusnya.