CILEGON — Dinamika konsolidasi internal Pengurus Besar Al-Khairiyah menguat menjelang Muktamar XI yang dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Hotel Royale Krakatau, Kota Cilegon, Rabu (20/5/2026), para tokoh organisasi sepakat mendorong kepemimpinan KH. Ali Mujahidin untuk dilanjutkan.
Ketua Umum Majelis Syuro PB Al-Khairiyah, KH. Mansyur Muchyidin, membuka forum yang dihadiri seluruh unsur pimpinan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kapasitas kepemimpinan dan kesinambungan program menjadi pertimbangan utama.
"Kami menilai kapasitas kepemimpinan, kesinambungan program, serta keberhasilannya menjalankan amanat berbagai keputusan muktamar sebelumnya sangat baik," ujar Mansyur dalam keterangan resminya.
Wakil Ketua Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Prof. Dr. KH. Zakaria Syafei, mengingatkan bahwa dukungan terhadap KH. Ali Mujahidin harus tetap dalam koridor etika organisasi. Ia menekankan prinsip "wa sywirhum fil amr" dan "amruhum syr bainahum" sebagai fondasi pengambilan keputusan.
Pandangan senada turut disampaikan Sekretaris Dewan Pakar Dr. H. Mahfud Salimi dan didukung anggota Dewan Pakar lainnya, termasuk Prof. Dr. H. Mufti Ali. Ketua Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Prof. Dr. KH. Amin Suma, kemudian merumuskan seluruh masukan tersebut dengan menekankan pentingnya persatuan dan orientasi perjuangan organisasi ke depan.
Dalam forum yang sama, Prof. Dr. KH. Amin Suma memberikan sejumlah masukan strategis. Ia menyarankan panitia mengundang Presiden RI sebagai bentuk penghormatan dan penguatan posisi Al-Khairiyah dalam percaturan kebangsaan. Selain itu, ia mendorong jajaran pengurus bersilaturahmi ke Pemerintah Provinsi Banten untuk memohon doa dan restu.
Sekretaris Jenderal PB Al-Khairiyah, H. Ahmad Munji, mengonfirmasi bahwa Muktamar XI akan digelar di Kampus Peradaban Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon. Struktur kepanitiaan telah terbentuk dengan Dr. Rafiudin sebagai Ketua Steering Committee didampingi Ahmad Trias Sundoro (sekretaris), serta Dr. Sayuti sebagai Ketua Organizing Committee bersama H. Juju Adiwikarta (sekretaris).
Menurut Ahmad Munji, dukungan terhadap KH. Ali Mujahidin merupakan aspirasi yang mengemuka kuat dalam rapat koordinasi. Kepemimpinan tokoh tersebut dinilai mampu menerjemahkan amanat muktamar sebelumnya secara progresif sekaligus menjaga kesinambungan gerakan dakwah organisasi.