BANTEN — Gol tunggal kemenangan Arsenal dicetak oleh Kai Havertz di menit ke-34. Memanfaatkan umpan terobosan Martin Odegaard, Havertz melepaskan tembakan first-time yang tak mampu dijangkau kiper Palace, Dean Henderson.
Sepanjang 45 menit pertama, Arsenal menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen. Bukayo Saka beberapa kali merepotkan lini pertahanan Palace lewat pergerakannya di sisi kanan.
Palace nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-40 melalui tendangan bebas Eberechi Eze yang masih melebar tipis di sisi kiri gawang David Raya.
Di babak kedua, tuan rumah meningkatkan intensitas serangan. Jean-Philippe Mateta sempat membobol gawang Arsenal di menit ke-62, namun dianulir VAR karena posisi offside.
Arsenal sebenarnya punya peluang menggandakan keunggulan lewat tembakan jarak jauh Declan Rice di menit ke-78 yang masih membentur mistar gawang. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Sepanjang laga, suporter Arsenal yang memadati Selhurst Park terus bernyanyi merayakan gelar juara yang sudah diamankan sejak pekan lalu. Beberapa pemain Arsenal juga terlihat membawa spanduk bertuliskan "Champions" saat pemanasan.
Pelatih Mikel Arteta mengaku puas dengan penampilan timnya di laga yang sarat emosi ini. "Kami ingin menunjukkan bahwa kami pantas menjadi juara. Kemenangan ini adalah persembahan untuk para fans yang telah mendukung kami sepanjang musim," ujar Arteta seusai pertandingan.
Setelah laga melawan Palace, Arsenal akan menggelar seremoni pengangkatan trofi Premier League di Emirates Stadium pada akhir pekan mendatang. Ini menjadi gelar liga pertama Arsenal sejak musim 2003-2004.
Dengan hasil ini, Arsenal mengoleksi 89 poin dari 38 pertandingan, unggul 7 poin dari Manchester City di posisi kedua yang masih menyisakan satu laga.