BANTEN — Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 400 peserta angkatan pertama Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Hambalang. Program ini merupakan wadah pembinaan calon pemimpin BUMN yang diinisiasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Ketatnya proses seleksi terlihat dari rasio penerimaan. Zhirazzi Dimas Prasetyo, peserta dari PT Bank Negara Indonesia (BNI), mengungkapkan jumlah pendaftar mencapai 6.000 orang sebelum akhirnya disaring menjadi 400 peserta.
"Ya, saya merasa bangga menjadi salah satu peserta dari 400 total yang ada," ujar Zhirazzi dalam keterangan resmi Senin (25/5).
Pendidikan P3MD berlangsung selama sembilan bulan dan terbagi dalam tiga fase. Tahap awal berupa pelatihan pembentukan karakter dan kedisiplinan selama tiga bulan.
Selanjutnya, peserta mendapat pembekalan manajerial serta strategi pengambilan keputusan di Danantara Corporate University selama empat bulan. Tahapan terakhir diisi program magang dua bulan di kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan BUMN.
Menurut Zhirazzi, pesan Presiden Prabowo yang paling membekas adalah mengenai pentingnya mental ideologi. Program ini tidak hanya membekali kemampuan profesional, tetapi juga karakter kepemimpinan dan integritas.
Erlin Shofiana, peserta dari PT Pupuk Indonesia, mengaku antusias dan bangga terlibat. "Kita harap (program ini) terus dikawal sampai dengan output yang diharapkan oleh Bapak Presiden," tuturnya.
Aizna Syachkalita, peserta dari PT Pupuk Kalimantan Timur, optimistis program ini bertujuan jangka panjang. Ia menilai P3MD mempersiapkan kemandirian bangsa, khususnya melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.
Pemerintah ingin menyiapkan generasi baru pemimpin BUMN yang mampu menghadapi tantangan global, mendorong transformasi perusahaan negara, serta memperkuat daya saing Indonesia. Program ini sejalan dengan visi Prabowo dalam membangun tata kelola BUMN yang lebih baik melalui penguatan kualitas SDM.