TANGERANG SELATAN — Aksi seorang pria mabuk di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, berujung pada penganiayaan oleh warga, Minggu (24/5). Pelaku berinisial A alias R (23) diduga mencoba melecehkan seorang anak berusia 9 tahun saat sedang bermain petak umpet bersama sejumlah bocah di lingkungan perumahan.
Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengonfirmasi bahwa pelaku sempat mengonsumsi minuman keras bersama saudaranya pada pagi hari sebelum kejadian. Sekitar pukul 14.00 WIB, dalam kondisi mabuk, pria tersebut keluar rumah untuk bermain hujan-hujanan dan bahkan terseret arus selokan sebelum tiba di lokasi kejadian.
Menurut keterangan polisi, pelaku kemudian bertemu dengan sekumpulan anak-anak dan mengajak mereka bermain petak umpet. Saat permainan berlangsung, A diduga memegang bagian celana korban, seorang anak perempuan yang masih berusia 9 tahun. Korban yang merasa terancam langsung berteriak histeris hingga memancing perhatian warga sekitar.
Warga yang mendengar teriakkan korban segera berdatangan. Pelaku yang panik mencoba melarikan diri dengan masuk ke salah satu rumah penduduk. Namun, aksinya tak berhenti di situ—di dalam rumah, ia nekat mencuri sebuah ponsel milik pemilik rumah sebelum akhirnya terkepung massa.
Warga yang melakukan pengejaran berhasil mengepung rumah tempat pelaku bersembunyi. Tak lama kemudian, mereka berhasil menangkap dan mengeroyok A hingga babak belur. Saat polisi tiba di lokasi, kondisi pelaku sudah tak berdaya dengan luka-luka di sekujur tubuh.
AKP Dhady Arsya menyebut bahwa situasi sempat memanas akibat aksi massa yang geram dengan perbuatan pelaku. “Kami langsung mengevakuasi pelaku dari kepungan warga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Karena luka yang cukup parah, polisi membawa A ke Puskesmas Keranggan untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah kondisinya stabil, pelaku langsung dibawa ke Polsek Cisauk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain tuduhan pelecehan seksual, A juga dijerat dengan kasus pencurian ponsel yang dilakukan saat mencoba melarikan diri.
Polisi terus mendalami keterangan dari saksi dan korban guna memperkuat bukti-bukti. AKP Dhady Arsya memastikan bahwa situasi di lokasi kini sudah kondusif. Pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.