TANGERANG SELATAN — Puluhan hewan kurban mengalir ke Masjid Jami Al-Furqon di Pamulang tahun ini. Total 7 ekor sapi dan 30 ekor kambing disembelih, melibatkan partisipasi aktif jemaah dalam setiap tahapannya.
Panitia penyembelihan yang diketuai Wardoyo menyiapkan skema distribusi yang melibatkan warga secara langsung. Jemaah diminta membawa peralatan pemotong daging masing-masing untuk mempercepat proses pembagian.
Sebelum prosesi kurban dimulai, pengurus masjid menyampaikan sejumlah imbauan kepada jemaah. Ustad Rahmat, mewakili pengurus, meminta seluruh jemaah mematikan alat komunikasi selama pelaksanaan salat Iduladha.
"Agar ibadah berlangsung khusyuk dan kondusif," kata Rahmat dalam sambutannya di area masjid.
Pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Jami Al-Furqon dipimpin oleh Ustad Andi sebagai imam. Ustad Ibnu Bachtiar bertugas sebagai bilal, mengumandangkan takbir dan memandu rangkaian salat.
Setelah salat usai, jemaah diarahkan kembali ke area masjid untuk mengikuti proses penyembelihan hewan kurban. Pola gotong royong ini menjadi tradisi tahunan yang memperkuat kebersamaan warga Kampung Parakan.
Di sela-sela kegiatan, pengurus masjid mengajak jemaah untuk mengenang jasa para pendiri dan pejuang Masjid Jami Al-Furqon. Semangat tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
"Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan masjid," ujar Ustad Rahmat, menekankan nilai di balik ibadah kurban tahun ini.
Pengurus berharap keberadaan dan fungsi masjid tetap terjaga di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga pusat kegiatan sosial warga.