DPKP Kabupaten Tangerang Imbau Warga Teliti Pilih Daging Kurban, Kerahkan 40 Dokter Hewan dan 124 Petugas Pemeriksa

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:51:58 WIB
DPKP Kabupaten Tangerang kerahkan 40 dokter hewan dan 124 petugas untuk awasi pemotongan hewan kurban.

TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak main-main dalam mengawasi pemotongan hewan kurban tahun ini. Sebanyak 40 dokter hewan spesialis dan 124 petugas dari 29 kecamatan diterjunkan untuk memeriksa hewan sebelum dan sesudah disembelih. Langkah ini diambil untuk menjamin daging yang diterima warga benar-benar layak konsumsi.

Standar Penyembelihan: Antara Aturan Agama dan Protokol Kesehatan

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi, menegaskan bahwa proses pemotongan harus memenuhi dua standar sekaligus. Pertama, sesuai syariat Islam. Kedua, mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

"Kami mengimbau kepada masyarakat ketika menerima hewan kurban, tolong pastikan itu bersih, sehat," kata Joko di Tangerang, Rabu.

Ia juga meminta panitia masjid dan pengurus pemotongan hewan kurban untuk menjalankan tugasnya secara amanah. "Laksanakan pemotongan hewan kurban yang amanah sesuai dengan yang sudah kita ajarkan setiap kali pelatihan. Dan juga, tolong tidak sampai sore sudah selesai kalau hari ini," paparnya.

Bagaimana Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar?

DPKP memberikan panduan praktis bagi warga yang menerima daging kurban. Daging yang baru diterima sebaiknya segera diolah atau dimasak. Jika belum sempat, daging bisa disimpan di lemari es dengan suhu dingin biasa dan bertahan hingga empat hari.

Untuk penyimpanan jangka panjang, daging disarankan dimasukkan ke dalam freezer. Joko berharap panitia fokus mendistribusikan daging dan jeroan hasil pemotongan kepada mustahik pada sore hari setelah Idul Adha.

Petugas Pemeriksaan Tersebar di 29 Kecamatan

Jumlah petugas yang dikerahkan tahun ini mengalami penambahan dibandingkan tahun sebelumnya. Rinciannya, 58 petugas dari kecamatan (masing-masing dua orang per kecamatan), 66 petugas pemeriksa tetap, dan 40 dokter hewan spesialis.

"Kali ini untuk pemeriksaan pemotongan kita tambah dari petugas dari kecamatan, ada kurang lebih 58 orang, masing-masing kecamatan dua orang. Dan ditambah yang petugas pemeriksaan kemarin ada 66, plus kurang lebih 40 dokter hewan," kata Joko.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan saat hari pemotongan, tetapi berlanjut hingga pasca-perayaan Idul Adha. Hal ini untuk memastikan tidak ada satu pun hewan yang tidak layak konsumsi lolos ke tangan masyarakat.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top