SERANG — Sebanyak 1.309 warga Kabupaten Serang kini bisa bernapas lega. Mereka resmi menerima suntikan modal dari program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang digulirkan Dinas Sosial setempat. Bantuan senilai Rp2,5 juta per orang itu disalurkan secara bertahap kepada penerima yang sudah lolos verifikasi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian, menegaskan bahwa program ini berbeda dengan bantuan sosial biasa. UEP dirancang sebagai stimulus agar warga bisa mandiri secara ekonomi.
"UEP ini adalah bentuk intervensi pemerintah untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha produktif. Bantuan ini kami arahkan untuk memperkuat ekonomi keluarga," kata Yadi di Serang, Jumat.
Setiap penerima diwajibkan menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan usaha kecil yang sudah berjalan. Mulai dari warung sembako, jajanan pasar, hingga produksi kerupuk rumahan — semua masuk dalam kategori yang didanai.
Selain bantuan individu, Pemkab Serang juga mengucurkan bantuan melalui skema Kelompok Usaha Bersama (Kube). Sebanyak 30 paket bantuan senilai Rp15 juta per kelompok disalurkan. Setiap kelompok berisi lima orang anggota yang sudah memiliki usaha rintisan.
Yadi menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan visi pembangunan Serang Bahagia. Target utamanya jelas: menurunkan angka kemiskinan dan menaikkan kelas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
"Komitmen kami jelas, bagaimana masyarakat bisa naik kelas secara ekonomi. Harapannya, penerima manfaat bisa berkembang, bahkan membuka lapangan kerja baru di lingkungannya," ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Saeful, warga Kecamatan Pamarayan, mengaku langsung memutar uang tersebut untuk memperbesar dagangannya. Ia berjualan kebutuhan pokok keliling kampung.
"Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi saya. Sekarang saya bisa menambah modal usaha dan lebih semangat. Mudah-mudahan ke depan usaha saya bisa lebih maju dan membantu kebutuhan keluarga," kata Saeful.
Agar tepat sasaran, Dinas Sosial Kabupaten Serang melakukan proses verifikasi dan validasi data penerima secara berlapis. Tidak semua dari 1.396 nama awal lolos — 87 orang gugur karena tidak memenuhi kriteria atau data tidak valid.
Pendampingan juga diberikan secara berkala oleh petugas sosial kecamatan. Tujuannya, agar dana yang sudah cair tidak habis untuk konsumsi, melainkan benar-benar berputar sebagai modal usaha.
Melalui sinergi program UEP dan Kube, Pemkab Serang berharap langkah ini tidak sebatas menjadi bantuan finansial sesaat. Mereka menargetkan transformasi sosial dan penguatan daya tahan ekonomi warga dalam jangka panjang.