SERANG — Seluruh desa di Kabupaten Serang dipastikan mendapatkan kucuran dana dari program nasional Bank Dunia yang nilainya mencapai Rp30 triliun secara nasional. Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudi Suhartono menegaskan tidak ada satu pun desa di wilayahnya yang masuk kategori tertinggal atau sangat tertinggal.
Rudi menjelaskan, syarat utama penerima manfaat program ini adalah status indeks desa. Desa yang masih berstatus tertinggal dan sangat tertinggal tidak akan mendapatkan alokasi dana tersebut.
"Kalau Kabupaten Serang semua desa dapat. Karena seluruh desa di Kabupaten Serang sudah tidak ada lagi yang berstatus tertinggal atau sangat tertinggal. Semua sudah masuk kategori berkembang ke atas, yaitu berkembang, maju, dan mandiri," ujar Rudi dalam pernyataannya di Serang, Kamis.
Meski sudah dipastikan mendapat jatah, realisasi pencairan dana masih harus menunggu rampungnya regulasi teknis di tingkat pusat. Rudi menyebutkan program yang menyasar sekitar 75 ribu desa di seluruh Indonesia itu baru akan mulai digulirkan pada 2027.
"Program itu secara nasional sudah diluncurkan dari Bank Dunia ke Pemerintah Indonesia. Namun untuk sistem prosedur, persyaratan, dan segala macamnya saat ini sedang digodok secara matang di Bappenas," katanya.
Rudi mengungkapkan bahwa besaran dana yang diterima setiap desa tidak akan dihitung berdasarkan potensi desa, melainkan menggunakan indikator indeks desa. Artinya, desa dengan status berkembang dan maju akan mendapat porsi anggaran yang lebih besar dibanding desa mandiri.
Saat ini, nominal pasti untuk setiap desa di Kabupaten Serang masih dalam tahap penghitungan oleh Bappenas. Rudi mengimbau para kepala desa tidak perlu khawatir dan tetap bersiap menyambut program tersebut.
"Nanti kalau sudah ada kriteria peruntukan dan rencana penggunaannya baru kelihatan. Teman-teman desa jangan khawatir, semuanya dapat," tuturnya.