Pemerintah Siapkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta per Unit Mulai Juni 2026, Target 100.000 Unit

Penulis: Luqman Arif  •  Senin, 27 Juli 2026 | 09:42:31 WIB
Pemerintah mengumumkan anggaran insentif motor listrik sebesar Rp5 juta per unit dengan target 100.000 unit mulai Juni 2026.

BANTEN — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan anggaran insentif kendaraan listrik tengah disiapkan pemerintah. "Yang jelas kita ingin itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan, supaya triwulan kedua ada dorongan tambahan di perekonomian," ujarnya dalam Konferensi Pers KSSK II di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Adapun skema insentif untuk motor listrik sebesar Rp5 juta per unit dengan target 100.000 unit.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan regulasi tengah disiapkan. "Kami sudah menyiapkan Permenperinnya. Modelnya tidak akan terlalu berbeda dengan program sebelumnya untuk bantuan pembelian motor listrik," jelasnya.

Produsen Sambut Positif, Tapi Ingat Pengalaman Insentif Gagal

Putu Swaditya Yudha, CMO PT Ilectra Motor Group (Alva), menilai insentif sebagai kabar baik bagi industri dan konsumen. "Apalagi bentuk dan mekanismenya jelas, ini akan lebih baik lagi," katanya. Namun ia mengingatkan isu insentif kerap muncul menjelang pameran otomotif lalu tak kunjung terealisasi, membuat konsumen bingung menunggu potongan harga.

Pius Wirawan, CEO PT Indomobil Emotor International, mengaku belum mendapat informasi pasti. "Saya belum mendapatkan informasi mengenai kepastian insentif ini. Santer mengenai hal ini tapi tidak jadi," ungkapnya. Ketidakpastian serupa juga terjadi tahun-tahun sebelumnya.

Penjualan Motor Listrik 2025 Anjlok 28,6% Usai Insentif Dicabut

Data Surat Registrasi Uji Tipe KBLBB (SRUT) Kementerian Perhubungan menunjukkan dampak nyata insentif terhadap pasar. Pada 2023 motor listrik terjual 62.409 unit, naik ke 77.078 unit pada 2024 saat insentif Rp7 juta berjalan. Namun setelah insentif dihapus, penjualan 2025 merosot ke 55.059 unit atau turun 28,6%.

Adit dari Alva menambahkan, insentif terbukti jadi stimulus kuat. Buktinya penjualan 2024 melonjak ke 80 ribuan unit dari tahun sebelumnya yang hanya 40 ribuan. Sementara itu, pasar motor konvensional tetap stabil di kisaran 6,4–6,7 juta unit per tahun menurut Asosiasi Industri Sepeda Motor.

Polytron Tempuh Subsidi Mandiri Sambil Tunggu Kepastian

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyatakan belum bisa banyak berkomentar karena tahun lalu isu subsidi ternyata tidak muncul. "Kami masih menunggu keputusan final dari pemerintah," ujarnya Senin (25/5/2026). Sebagai langkah antisipasi, Polytron menjalankan subsidi mandiri berupa potongan langsung untuk beberapa model.

Subsidi internal tersebut cukup signifikan: Fox 200 dipotong Rp6,5 juta, Fox 300 Rp6 juta, dan Fox 500 Rp5 juta. Strategi ini ditempuh untuk menjaga daya beli konsumen di tengah ketidakpastian kebijakan pemerintah yang belum diumumkan secara resmi.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: gridoto.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top