TANGERANG — Pelatihan yang berlangsung di ruang serbaguna Kantor Desa Curug Sangereng itu tidak hanya mengajarkan cara mencetak sablon manual. Peserta juga dibekali kemampuan mendesain menggunakan teknologi AI, mulai dari menghasilkan konsep visual hanya dengan perintah teks hingga menyiapkan file vektor siap cetak.
Sebagai tindak lanjut, tim dosen UMN menyerahkan bantuan seperangkat alat sablon dan mesin press kepada Karang Taruna. Bantuan ini diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk memulai usaha secara mandiri di desa.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMN, Rezki Gautama, mengatakan program ini dirancang untuk membentuk pribadi yang kreatif, produktif, dan adaptif. “Kegiatan ini dirancang untuk memberdayakan anggota Karang Taruna melalui pelatihan seni ilustrasi dan teknik cetak sablon, baik secara manual maupun digital,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Materi desain digital berbasis AI disampaikan oleh Dosen Ilmu Komunikasi UMN, Indiwan Seto Wahyu. Ia menjelaskan, teknologi ini mampu memangkas waktu pengerjaan secara drastis.
“Pemanfaatan AI dalam industri desain sablon memberikan efisiensi tinggi, mulai dari mempercepat eksplorasi ide visual hingga menyempurnakan kualitas gambar secara otomatis. Cukup dengan instruksi teks (prompt), AI mampu menghasilkan berbagai konsep desain, meningkatkan resolusi gambar, hingga mengonversinya menjadi format vektor yang siap cetak,” jelas Indiwan.
Teknologi AI juga disebut dapat membantu proses teknis seperti pemisahan warna (color separation), penghapusan latar belakang, hingga pembuatan mockup produk secara realistis dalam hitungan detik. Hal ini memungkinkan pelaku usaha sablon untuk lebih fokus pada produksi dan pemasaran.
Ketua Karang Taruna Desa Curug Sangereng, Arsudin, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, keterampilan di bidang seni dan desain menjadi kebutuhan mendesak bagi pemuda desa untuk bersaing di dunia kerja.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota Karang Taruna sehingga mereka memiliki peluang lebih besar untuk berkarya dan berwirausaha di industri kreatif,” katanya.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan kolaborasi. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.