Bukan Sekadar Hafal 30 Juz, 1.300 Siswa Madrasah se-Banten Diuji Kemampuan Terjemahan Alquran di MLC 2026

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20:48 WIB
Sekitar 1.300 siswa madrasah dari delapan kabupaten/kota di Banten mengikuti MLC 2026 di Serang.
ini memastikan peserta tidak hanya menghafal ayat suci, tetapi juga memahami arti dan maknanya untuk diamalkan sehari-hari. ISI:

SERANG — Kanwil Kemenag Banten menggelar Madrasah Light Competition (MLC) 2026. Ajang tahunan ini diikuti sekitar 1.300 siswa perwakilan madrasah dari delapan kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Lomba tidak hanya menguji hafalan Alquran, tetapi juga menantang kemampuan siswa dalam memahami terjemahannya.

Kepala Kanwil Kemenag Banten, Amrullah, menyebut lomba hafalan terjemahan Alquran sebagai cabang paling menarik perhatian dalam MLC 2026. Sebab, kompetisi tahfiz biasa sudah umum ditemukan, tetapi penguasaan makna ayat jarang diuji dalam satu perlombaan.

"Di samping menghafal Alquran, kita ingin anak-anak juga memahami terjemahannya. Harapannya, dengan memahami makna Alquran, mereka bisa mengamalkan dan melaksanakannya dalam kehidupan," kata Amrullah, Selasa 28 Juli 2026.

Inovasi Kompetisi: Hafal dan Paham Makna Alquran

Menurut Amrullah, kategori ini menjadi inovasi dalam MLC karena menggabungkan kemampuan intelektual dan spiritual. Siswa tidak hanya dituntut melafalkan ayat dengan benar, tetapi juga mampu menjelaskan arti yang terkandung di dalamnya.

Ia menegaskan, pemahaman terhadap terjemahan sangat penting agar siswa tidak berhenti pada kemampuan menghafal. Nilai-nilai Alquran harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata, bukan sekadar hafalan di luar kepala.

"Kita ingin anak-anak juga memahami terjemahannya," ujarnya menekankan.

10 Cabang Lomba Padukan Fisik, Seni, dan Intelektual

MLC 2026 secara keseluruhan menghadirkan sekitar 10 cabang perlombaan. Selain bidang keagamaan, terdapat kategori olahraga, marawis, pidato, dan perlombaan lain yang menggabungkan keterampilan fisik, seni, dan kemampuan berpikir.

Amrullah menjelaskan, konsep kompetisi yang memadukan berbagai bidang ini sejalan dengan upaya membentuk siswa madrasah yang memiliki kemampuan utuh. Ia berharap para siswa tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan spiritual, emosional, dan sosial.

"Harapannya mereka tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual, emosional dan sosial yang kuat," ujarnya.

Wadah Pembinaan Bakat Tersembunyi Siswa

Kompetisi seperti MLC juga menjadi sarana untuk melihat potensi siswa yang selama ini belum banyak diketahui. Amrullah menyebut, siswa yang memiliki kemampuan menonjol di bidang tertentu dapat diarahkan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Ia berharap MLC dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan. Dengan demikian, inovasi dalam kompetisi madrasah dapat terus dikembangkan sekaligus menjadi wadah untuk membangun generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki pemahaman agama yang baik.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top