Pencarian

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Digital yang Incar Data BNIdirect

Sabtu, 09 Mei 2026 • 23:00:12 WIB
BNI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Digital yang Incar Data BNIdirect
BNI mengingatkan nasabah BNIdirect untuk waspada terhadap penipuan digital yang mengincar data pribadi.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperketat imbauan keamanan menyusul maraknya upaya penipuan digital yang menyasar pengguna layanan perbankan korporasi BNIdirect pada Sabtu (6/5/2026). Bank pelat merah ini menekankan pentingnya perlindungan data sensitif guna menangkal teknik rekayasa sosial yang kian beragam. Nasabah diminta tidak memberikan akses informasi rahasia kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan bank.

Kejahatan siber di sektor perbankan kini semakin spesifik menyasar segmen korporasi melalui platform digital. Manajemen BNI mensinyalir adanya peningkatan aktivitas penipuan yang memanfaatkan kelengahan pengguna dalam menjaga kerahasiaan data akses mereka. Sebagai langkah preventif, emiten berkode saham BBNI ini secara resmi mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh nasabah agar tetap waspada terhadap segala bentuk permintaan data pribadi.

Langkah ini diambil mengingat modus operandi para pelaku kejahatan yang semakin canggih, terutama yang menyasar kanal digital seperti BNIdirect. Platform ini merupakan layanan krusial bagi nasabah institusi, sehingga keamanan akses menjadi prioritas utama untuk menghindari kerugian finansial yang signifikan.

Waspadai Modus Remote Desktop dan Tautan Palsu

Salah satu pola kejahatan yang sering ditemukan adalah penggunaan aplikasi pihak ketiga untuk mengambil alih kendali perangkat nasabah. BNI menegaskan bahwa petugas bank tidak akan pernah meminta nasabah untuk mengunduh aplikasi remote desktop seperti TeamViewer atau AnyDesk dengan dalih bantuan teknis atau verifikasi akun.

Pelaku sering kali menggunakan teknik rekayasa sosial (social engineering) untuk memanipulasi psikologi korban agar merasa panik atau terdesak. Selain permintaan unduh aplikasi, nasabah juga diingatkan untuk tidak mengeklik tautan (link) yang dikirimkan melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan. Tautan tersebut biasanya mengarahkan nasabah ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri kredensial login.

"Kami mengingatkan nasabah agar tidak pernah membagikan data sensitif kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BNI, karena hal tersebut merupakan bagian dari modus kejahatan digital," ujar Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/5/2026).

Enam Data Rahasia yang Wajib Dijaga

Manajemen BNI merinci sedikitnya ada enam jenis data sensitif yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. Data tersebut meliputi kata sandi (password), ID perusahaan, alamat email, PIN, hingga kode OTP. Selain itu, kode dari perangkat keamanan tambahan baik berupa hard token maupun soft token harus tetap berada dalam penguasaan penuh nasabah.

Okki Rushartomo kembali menegaskan bahwa perseroan memiliki prosedur operasional standar yang ketat dalam berkomunikasi dengan nasabah. Dalam kondisi apa pun, pihak bank tidak akan meminta informasi rahasia tersebut melalui kanal komunikasi apa pun, baik telepon, SMS, email, maupun media sosial resmi perusahaan.

“Perseroan tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah dalam kondisi apa pun. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak yang mengatasnamakan bank,” tambah Okki.

Langkah Preventif Nasabah Institusi

Bagi pengguna BNIdirect, menjaga kerahasiaan ID pengguna dan rutin memperbarui kata sandi secara berkala menjadi benteng pertahanan pertama. BNI menyarankan nasabah untuk selalu melakukan verifikasi ulang jika menerima instruksi yang mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan pemindahan dana atau perubahan data akses melalui saluran resmi BNI Call 1500046.

Kesadaran kolektif antara pihak perbankan dan nasabah menjadi kunci utama dalam memutus rantai kejahatan siber di Indonesia. Dengan pemahaman yang baik mengenai jenis-jenis data sensitif, diharapkan nasabah dapat terhindar dari jebakan rekayasa sosial yang bertujuan menguras saldo atau menyalahgunakan akun perbankan digital mereka.

Upaya proaktif BNI ini sejalan dengan komitmen industri perbankan nasional untuk memperkuat ekosistem keuangan digital yang aman. Di tengah percepatan transformasi digital, perlindungan data pribadi tetap menjadi isu sentral yang memerlukan sinergi antara teknologi keamanan bank dan kewaspadaan nasabah itu sendiri.

Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks