BANTEN — Pendanaan Seri C Emergent dipimpin oleh perusahaan ekuitas swasta Creaegis, dengan partisipasi dari MNI Ventures-Claypond, Sentinel Global, serta investor lama seperti Khosla Ventures, SoftBank Vision Fund 2, Lightspeed, dan Y Combinator. Total dana yang terkumpul startup ini kini mencapai USD 230 juta.
Bukan Pesaing Langsung Cursor atau Claude Code
Pasar AI coding memang tengah panas. Lovable, Replit, dan Cursor telah mengumpulkan dana miliaran dolar. OpenAI dan Anthropic juga makin serius menggarap fitur coding. Namun Emergent memilih jalur yang berbeda.
“Tesis kami selalu membangun aplikasi kelas produksi untuk pembangun serius. Pada dasarnya Anda mendapatkan satu paket tim engineering dalam satu kotak,” ujar Mukund Jha, salah satu pendiri sekaligus CEO Emergent, kepada TechCrunch.
Alih-alih menyasar developer profesional, Emergent membidik wirausahawan yang baru memulai bisnis serta usaha kecil dan menengah (UKM) yang selama ini masih mengandalkan email, spreadsheet, dan aplikasi pesan instan. Jha menyebut Replit sebagai pesaing terdekat, sementara Claude Code, Codex, dan Cursor dinilai lebih berfokus pada pengguna teknis murni.
Pendapatan Melonjak 70% dalam Empat Bulan
Pertumbuhan Emergent terbilang agresif. Pendapatan tahunan berjalan (annualized run-rate revenue) naik 70% dalam empat bulan terakhir menjadi USD 120 juta. Jumlah pelanggan berbayar menembus angka 200.000. Pelanggannya beragam: perusahaan truk yang membangun software pelacakan kiriman, pabrik, bisnis konstruksi yang bikin sistem ERP, hingga pengelola properti yang mengembangkan alat manajemen pelanggan internal.
Dari sisi geografis, Amerika Utara menyumbang sepertiga pendapatan Emergent, Eropa sepertiga lainnya, dan sisanya dari berbagai pasar termasuk India yang hanya berkontribusi 8-9%.
Kelemahan Desain Jadi Catatan
Jha mengakui bahwa desain masih menjadi titik lemah platformnya. Banyak website yang dibuat menggunakan alat AI cenderung memiliki tampilan seragam. Tantangan ini yang coba diatasi Emergent lewat putaran pendanaan terbaru.
Perusahaan berencana mengalokasikan dana segar untuk mempercepat pengembangan produk dan riset, termasuk meningkatkan tingkat keberhasilan aplikasi yang dibangun di atas platformnya serta menyempurnakan alur kerja AI agent. Emergent juga tengah mengerjakan dukungan untuk aplikasi AI yang lebih kompleks, termasuk yang menggunakan model lokal dan open source.
Ekspansi Tim dan Kantor di Eropa
Saat ini Emergent mempekerjakan sekitar 200 orang, mayoritas di Bengaluru dan sebagian kecil di San Francisco. Startup ini berencana menambah 30-40 orang di kantor San Francisco pada akhir tahun. Perusahaan juga mempertimbangkan membuka kantor di Eropa setelah melihat traksi pelanggan yang signifikan di kawasan tersebut.
Didirikan oleh kakak-beradik Mukund dan Madhav Jha (CTO) pada Juni tahun lalu, Emergent membuktikan bahwa AI coding bukan hanya soal kecepatan menulis kode, tetapi juga soal siapa yang bisa memakainya—termasuk mereka yang tidak bisa coding sama sekali.