TANGERANG — Perbaikan Jalan Raya Perancis di Kota Tangerang, Banten, akhirnya rampung setelah menjadi keluhan utama pengusaha dan pengemudi truk logistik. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengonfirmasi bahwa petugas telah melakukan penambalan di beberapa titik kritis yang kerap rusak akibat dilintasi kendaraan bervolume besar setiap hari.
Tiga Titik Prioritas yang Dibeton Ulang
Pemkot Tangerang memprioritaskan perbaikan di dua lokasi utama yang menjadi pusat aktivitas pergudangan. Pertama, akses menuju Pergudangan Mutiara Kosambi 2, dan kedua, jalur masuk Pergudangan Bandara Benda Permai. Kedua titik ini dikenal sebagai zona paling rawan berlubang karena tekanan muatan truk kontainer yang melaju dari dan menuju Bandara Soetta.
“Jalan Raya Perancis ini memang menjadi perhatian karena dilalui banyak kendaraan bervolume besar. Jadi akan terus dipantau dan dipastikan akan dilakukan perbaikan lanjutan bila diperlukan,” kata Taufik saat dihubungi, Jumat.
Mengapa Perbaikan Ini Mendesak?
Jalan Raya Perancis bukan sekadar akses biasa. Ruas ini merupakan arteri utama yang menghubungkan kawasan industri di Tangerang bagian utara dengan bandara tersibuk di Indonesia. Setiap hari, ribuan truk pengangkut barang ekspor-impor serta kendaraan logistik e-commerce melintas di jalur ini. Kerusakan jalan sebelumnya kerap memicu kemacetan panjang dan memperlambat waktu tempuh pengiriman barang ke bandara.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, menambahkan bahwa perbaikan tidak akan berhenti di Jalan Raya Perancis. Pihaknya akan terus menggencarkan perbaikan di jalan protokol lainnya hingga ke akses lingkungan permukiman warga. “Kami tidak berhenti memastikan kondisi infrastruktur jalan di Kota Tangerang dalam keadaan yang prima,” ujarnya.
Musim Kemarau Jadi Momentum Percepatan
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, secara khusus menyoroti momentum musim kemarau tahun ini. Menurutnya, cuaca cerah menjadi kesempatan emas bagi Dinas PUPR untuk mengejar ketertinggalan perbaikan infrastruktur jalan. “Dinas PUPR perlu segera melakukan percepatan perbaikan jalan-jalan yang rusak dan berlubang. Banyak laporan masyarakat yang masuk, sehingga ini harus segera ditindaklanjuti,” tegas Maryono.
Pernyataan tersebut merespons tingginya laporan warga mengenai jalan rusak yang masuk ke pemerintah kota. Dengan selesainya perbaikan di Jalan Raya Perancis, Pemkot Tangerang berharap aktivitas bisnis di kawasan bandara dan pergudangan bisa berjalan lebih efisien tanpa hambatan infrastruktur.
Dampak Langsung bagi Pelaku Usaha
Perbaikan ini disambut positif oleh para pengusaha logistik yang beroperasi di kawasan tersebut. Jalur yang mulus dinilai mampu menekan biaya operasional kendaraan, terutama dari segi bahan bakar dan kerusakan ban akibat lubang. Pemkot berjanji akan terus memantau kondisi aspal dan melakukan penambalan susulan jika ditemukan kerusakan baru di titik lain sepanjang ruas jalan tersebut.