TANGERANG — Petugas pencatat meteran Perumda Tirta Benteng kerap menemui kendala saat rumah pelanggan dalam keadaan kosong atau pagar terkunci. Kondisi itu membuat proses pencatatan penggunaan air tidak akurat dan berpotensi merugikan konsumen.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Efendy, mengatakan pihaknya telah menerima banyak aduan dari petugas di lapangan. Sebagai solusi, perusahaan akan membekali setiap petugas dengan surat tugas resmi yang memberikan akses masuk ke area meteran pelanggan.
"Kami akan membekali petugas dengan surat tugas yang memberikan akses dalam menjalankan tugas pencatatan meteran konsumen," ujar Doddy dalam keterangan resmi, pekan lalu.
Digitalisasi Pencatatan Demi Data Real-Time
Digitalisasi pencatatan meteran menjadi prioritas utama Perumda Tirta Benteng. Targetnya, data pemakaian air pelanggan bisa terekam secara real time tanpa harus menunggu kunjungan petugas ke rumah.
Dengan sistem baru ini, kesalahan pencatatan yang selama ini dikeluhkan pelanggan diharapkan bisa diminimalkan. Perumda berkomitmen tidak merugikan konsumen akibat data yang tidak akurat.
Saluran Pengaduan dan Informasi Layanan
Untuk mempermudah komunikasi, Perumda Tirta Benteng menyediakan beberapa kanal pengaduan. Pelanggan bisa menghubungi Call Center di nomor 1500041 atau melalui WhatsApp Chat Only di 0811-6121-095.
Informasi perkembangan layanan juga bisa dipantau melalui website resmi www.perumdatirtabenteng.co.id serta akun media sosial Instagram @perumdatirtabenteng dan TikTok @perumdatb.
Target Menjadi BUMD Unggulan
Langkah digitalisasi ini, kata Doddy, sejalan dengan visi besar perusahaan. Perumda Tirta Benteng menargetkan diri menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) unggulan yang bisa dibanggakan warga Kota Tangerang.
"Kami berupaya menjadikan Perumda TB ini menjadi BUMD unggulan dan dapat dibanggakan oleh warga Kota Tangerang, khususnya konsumen yang merasakan langsung manfaat pelayanan Perumda Tirta Benteng," tambahnya.
Ke depan, perusahaan akan terus mengevaluasi sistem pencatatan dan pelayanan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Inovasi digital dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih di Kota Tangerang.