Pencarian

B-52 Bomber AS Jatuh Sesaat Setelah Lepas Landas dari Pangkalan Edwards, Ini Spesifikasinya

Selasa, 16 Juni 2026 • 21:25:01 WIB
B-52 Bomber AS Jatuh Sesaat Setelah Lepas Landas dari Pangkalan Edwards, Ini Spesifikasinya
Pesawat B-52 AS jatuh saat latihan di pangkalan Edwards, penyelamatan dan investigasi segera dilakukan.

BANTEN — Kecelakaan terjadi saat pesawat B-52 melakukan misi latihan rutin. Sumber dari Angkatan Udara AS mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut jatuh di area terpencil di sekitar pangkalan, dan belum ada laporan korban jiwa di darat. Tim penyelamat dan penyidik dari USAF Safety Center langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Spesifikasi Mesin dan Dimensi Bomber Raksasa

B-52 Stratofortress adalah tulang punggung armada pembom jarak jauh AS. Pesawat ini memiliki panjang lebih dari 48 meter dengan lebar sayap mencapai 56 meter. Ditenagai oleh delapan mesin turbofan Pratt & Whitney TF33-P-3 yang masing-masing menghasilkan daya dorong hingga 17.000 pon, B-52 mampu terbang dengan kecepatan maksimum sekitar 650 mil per jam pada ketinggian jelajah 50.000 kaki.

Bobot lepas landas maksimum pesawat ini mencapai 220 ton, memungkinkannya membawa muatan persenjataan hingga 31.500 kilogram. Muatan tersebut mencakup bom konvensional, rudal jelajah, hingga senjata nuklir, menjadikannya platform serangan yang sangat fleksibel sejak diperkenalkan pada era Perang Dingin.

Jangkauan dan Peran Strategis yang Masih Diandalkan

Dengan jangkauan tempur lebih dari 8.800 mil tanpa pengisian bahan bakar, B-52 dirancang untuk misi pengeboman lintas benua. Kemampuan ini diperpanjang dengan sistem pengisian bahan bakar udara, membuatnya bisa beroperasi selama lebih dari 24 jam non-stop. Hingga kini, USAF masih mengoperasikan sekitar 76 unit B-52H yang telah menjalani berbagai program modernisasi avionik dan sistem senjata.

Meskipun usianya sudah lebih dari 60 tahun, B-52 direncanakan tetap bertugas hingga tahun 2050 dengan upgrade mesin baru dan radar digital. Kecelakaan kali ini menjadi pengingat akan tantangan operasional pesawat lawas yang tetap menjadi andalan strategis global.

Investigasi Masih Berlangsung, Fokus pada Faktor Teknis

Penyebab jatuhnya B-52 kali ini belum diumumkan secara resmi. Namun, USAF menyatakan akan memeriksa seluruh sistem kendali penerbangan, catatan perawatan mesin, serta faktor cuaca pada saat kejadian. "Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan keselamatan armada dan mencegah insiden serupa," ujar perwakilan USAF dalam pernyataan resmi yang dikutip dari rilis pangkalan.

Kecelakaan ini menjadi yang pertama dalam satu dekade terakhir untuk armada B-52. Publik dan komunitas penerbangan militer kini menunggu hasil investigasi awal yang diperkirakan akan dirilis dalam beberapa pekan ke depan.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks