Pencarian

BUMD Lebak Niaga Serap 189.478 Ton Gabah Pungut, Harga Rp6.500/Kg Untungkan Petani

Kamis, 18 Juni 2026 • 20:28:01 WIB
BUMD Lebak Niaga Serap 189.478 Ton Gabah Pungut, Harga Rp6.500/Kg Untungkan Petani
BUMD Lebak Niaga serap 189.478 ton gabah pungut dari panen Januari hingga Juni 2026.

LEBAK — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyebutkan bahwa penyerapan gabah oleh BUMD Lebak Niaga mencapai 189.478 ton dari total panen Januari hingga Juni 2026. Angka itu setara 40 persen dari produksi gabah pungut yang diprediksi mencapai 473.697 ton.

"Kita panen Januari hingga Juni 2026 mencapai 473.697 ton gabah pungut dan terserap BUMD Lebak Niaga 189.478 ton atau 40 persen," kata Rahmat di Lebak, Kamis.

Keuntungan Petani Capai Rp19 Juta per Hektare

Harga gabah pungut yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Dengan produktivitas rata-rata 6 ton per hektare, petani bisa mengantongi Rp39 juta dari hasil panen.

"Dari pendapatan Rp39 juta itu dipotong biaya produksi dan upah tenaga Rp10 juta/hektare maka petani bisa meraup keuntungan Rp19 juta," jelas Rahmat.

Distribusi ke Pasar dan Koperasi Desa Merah Putih

Beras lokal yang diproduksi BUMD Lebak Niaga dipasok ke sejumlah pasar. Selain itu, hasil produksi juga disalurkan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Rahmat menambahkan, kehadiran perusahaan milik pemerintah daerah tersebut sangat membantu perekonomian petani. Usaha pertanian pangan, khususnya padi, kini mulai menggeliat.

Panen Juni 2026 Capai 14 Ribu Hektare

Pada panen Juni 2026 mendatang, lahan seluas 14 ribu hektare dipastikan produksinya bisa diserap penuh oleh BUMD Lebak Niaga. "Kita meyakini dengan penyerapan gabah itu ke depan menjadi andalan ekonomi keluarga petani," ujar Rahmat.

Petani: Panen Laku Tanpa Tengkulak

Ahmad, petani asal Cibadak, Kabupaten Lebak, mengaku hasil panennya sebanyak 6 ton gabah pungut pada awal Juni 2026 langsung ditampung BUMD Lebak Niaga. Dengan harga Rp6.500 per kg, ia meraup pendapatan Rp39 juta.

"Kami beruntung panen bisa menghasilkan pendapatan Rp39 juta setelah diserap perusahaan milik pemerintah daerah," katanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Tambakbaya, Ruhiana, menyebut petani di daerahnya kini merasa tenang. Pasalnya, hasil panen tidak lagi bergantung pada tengkulak.

Target Swasembada Pangan: IP 3 Kali Musim Tanam

Penyerapan gabah oleh BUMD Lebak Niaga juga didukung Perum Bulog. Dengan begitu, pendapatan ekonomi petani relatif baik dan kesejahteraan meningkat.

"Kita terus meningkatkan indeks pertanaman (IP) tiga kali musim tanam dari sebelumnya 2,5 kali tanam dalam setahun guna mendukung program swasembada pangan," pungkas Ruhiana.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks