Pencarian

OpenClaw Dipakai Cari Jodoh dan Atur Kencan, AI Agent Otomatis Kirim DM ke Wanita di Instagram

Kamis, 02 Juli 2026 • 20:30:31 WIB
OpenClaw Dipakai Cari Jodoh dan Atur Kencan, AI Agent Otomatis Kirim DM ke Wanita di Instagram
Ben Guez menggunakan AI agent OpenClaw untuk mengirim DM otomatis di Instagram dalam mencari jodoh.

BANTEN — Ben Guez, content creator sekaligus founder startup, mengaku mendapat "banyak calon istri dari berbagai negara di DM Instagram-nya" berkat skrip otomatis yang ia bangun. Sistem ini menggabungkan AI agent open source OpenClaw, model bahasa Claude dari Anthropic, dan fitur Instagram trial reels.

Guez tidak merahasiakan metodenya. Ia justru memamerkannya ke TechCrunch pekan lalu.

Bagaimana AI Agent Bekerja untuk "Mencari Jodoh"

Prosesnya dimulai dari OpenClaw yang memantau hasil pertandingan Piala Dunia. Begitu pertandingan usai, OpenClaw memicu Claude untuk membuat dan mengunggah Instagram trial reel dengan template yang nyaris identik.

Di dalam video, Guez tampak menatap keluar jendela kereta dengan ekspresi kecewa. Caption-nya berbunyi: "I can't believe {NAMA NEGARA} lost… If any {NAMA NEGARA} girls need emotional support… my DMs are open."

Guez sudah memposting konten serupa lebih dari belasan kali, hanya mengganti nama negara. Karena menggunakan trial reels, unggahan ini tidak muncul di halaman publik profil Instagram-nya.

Hasil: 1 Juta Tayangan dan 200 DM dalam Hitungan Hari

Dalam beberapa hari sejak otomatisasi berjalan, Guez mengumpulkan lebih dari satu juta tayangan dan 200 pesan langsung. Angka ini terbilang impresif karena Guez mencantumkan di profilnya bahwa ia hanya akan membalas DM yang dikirim melalui Canary — aplikasi buatannya sendiri untuk belajar bahasa asing dengan AI.

"Saya pikir ini gila, potensinya luar biasa sekarang," kata Guez kepada TechCrunch. "Saya tidak yakin semua orang akan menganggap ini baik, tapi yang jelas ini berhasil."

Reaksi Wanita yang Jadi Target: Marah atau Terkesan?

Ketika ditanya apakah para wanita merasa tertipu setelah menyadari Guez tidak benar-benar peduli dengan sepak bola Tunisia, ia mengklaim reaksinya justru positif.

"Mereka tidak marah, lebih terkesan. Komentarnya seperti, 'Oh, kamu berpikir di luar kotak, kamu jenius'," ujar Guez. "Selama kamu terbuka tentang apa yang kamu lakukan, saya rasa tidak masalah."

TechCrunch mengakui tidak bisa memverifikasi secara independen reaksi para wanita tersebut.

OpenClaw Juga Dipakai untuk Riset Tempat Kencan

Jeff Weisbein, founder sebuah firma PR teknologi, menggunakan OpenClaw untuk tujuan yang lebih moderat. Ia memanfaatkan AI agent untuk mencari rekomendasi restoran dan tempat kencan di berbagai wilayah Florida Selatan.

"Saya bertemu wanita dari berbagai daerah di Florida Selatan. Saya tidak tahu semua restoran atau tempat yang bisa dikunjungi," kata Weisbein. "Bot saya melakukan riset dan membuat dokumen berisi tautan serta alasan mengapa tempat itu cocok untuk jenis kencan tertentu."

Weisbein mengaku tidak menyembunyikan penggunaan AI untuk merencanakan kencan. Namun, ia menarik garis tegas pada penggunaan AI untuk berkomunikasi langsung dengan pasangan.

"Saya pernah melihat orang membuat bot untuk swipe otomatis pakai OpenClaw. Mereka bilang ini soal angka, tapi menurut saya itu cara yang buruk," ujarnya. "Komunikasi dalam hubungan tidak boleh didelegasikan ke AI."

Putus Cinta via AI: Tren Baru atau Tanda Bahaya?

Seorang pekerja teknologi bernama Cailey mengaku menggunakan Claude untuk mengirim pesan pemutusan hubungan. Ia membuat otomatisasi yang menghasilkan pesan "Saya tidak ingin bertemu lagi" berdasarkan kata kunci yang ia masukkan tentang kencan sebelumnya.

"Pesan dikirim secara acak sehingga saya tidak perlu cemas memilih waktu yang tepat," kata Cailey. "Ini bekerja sangat baik, sampai saya cerita ke seseorang yang sedang saya kencani. Dia lalu bertanya apakah dia sedang bicara dengan Claude atau Cailey."

Peringatan Keamanan: Jangan Beri Kontrol Penuh ke AI Agent

Lazer Cohen, co-founder NanoClaw — alternatif OpenClaw yang fokus pada keamanan, mengingatkan risiko memberikan kendali penuh ke AI agent. Meskipun perusahaannya sendiri mengiklaskan fitur perencanaan kencan sebagai salah satu use case, Cohen menekankan perlunya pengawasan manusia.

"Setiap kali Anda memberikan akses agent ke informasi dan akun pribadi, Anda perlu persetujuan human-in-the-loop," kata Cohen. "Kita semua pernah dengar cerita OpenClaw membuat profil kencan tanpa sepengetahuan pengguna, atau AI dating coach yang membocorkan data ke grup lain."

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa AI agent seperti OpenClaw — yang sempat viral musim semi lalu — memiliki potensi besar sekaligus risiko privasi yang serius. Untuk pengguna Indonesia, penting untuk memahami bahwa memberikan akses penuh AI ke akun media sosial bisa berujung pada kebocoran data pribadi yang sulit ditarik kembali.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks