BANTEN — Meta akhirnya menarik fitur kontroversial Muse Image setelah banjir kritik dari pengguna hingga agensi Hollywood terkemuka. Fitur yang baru diperkenalkan pekan lalu itu memungkinkan siapa pun membuat gambar deepfake dari akun Instagram publik hanya dengan menyebut @nama akun di kolom komentar atau pesan.
Fitur yang Langsung Menuai Protes
Dalam pengumuman perdananya, Meta menyebut fitur ini berguna untuk "membuat undangan acara kustom, menyusun konsep kreatif kolaboratif, atau menghasilkan grafis personal." Namun praktiknya, siapa pun bisa memanfaatkannya tanpa izin pemilik akun—termasuk akun publik Anda.
Satu-satunya cara menghindari hal ini adalah dengan mengubah akun menjadi privat, atau masuk ke menu Pengaturan dan mematikan opsi "Allow people to create with and reuse your content." Opsi ini tidak aktif secara default, sehingga pengguna harus mencarinya sendiri di menu berlapis.
Kritik dari Agensi Hollywood hingga Serikat Pekerja
Kritik keras datang dari Creative Artists Agency (CAA), agensi yang menaungi aktor sekelas Tom Hanks dan Meryl Streep. Dalam pernyataan resminya, CAA menegaskan bahwa "nama, gambar, kemiripan, suara, atau karya kreatif seseorang tidak boleh digunakan oleh pihak ketiga mana pun, termasuk model AI, tanpa izin yang jelas dan terdokumentasi."
Serikat pekerja Amerika SAG-AFTRA juga mendorong anggotanya untuk segera mematikan fitur tersebut. Bukan tidak mungkin tekanan dari dua organisasi besar ini turut mendorong Meta untuk mengambil tindakan.
Meta Akui 'Meleset dari Sasaran'
Dalam pembaruan pengumumannya, Meta mengakui bahwa fitur tersebut "meleset dari sasaran" (missed the mark). Perusahaan menyatakan bahwa niat awalnya adalah menyediakan alat kreatif yang berguna sekaligus memberi kontrol kepada pengguna atas konten publik mereka.
"Kami mendengar masukan bahwa fitur ini meleset dari sasaran, maka fitur ini tidak lagi tersedia," tulis Meta dalam pernyataan resmi yang dikutip Variety.
Apa yang Berubah untuk Pengguna?
Saat ini, fitur Muse Image yang memanfaatkan mention akun Instagram publik sudah tidak bisa digunakan lagi. Pengguna tidak perlu lagi repot mencari opsi opt-out di menu pengaturan. Meta sendiri belum memberikan pernyataan apakah fitur serupa akan hadir kembali di masa depan dengan mekanisme yang lebih ketat.
Yang jelas, keputusan ini menjadi preseden penting: penggunaan data publik untuk pelatihan atau generasi AI tanpa izin eksplisit mulai mendapat perlawanan, baik dari pengguna biasa maupun institusi besar.