BANTEN — Lebih dari tiga tahun sejak ChatGPT meluncur dan membawa AI generatif ke arus utama, profil penggunanya perlahan berubah. Data dari Sensor Tower yang dibagikan eksklusif ke TechCrunch menunjukkan pangsa pengguna ChatGPT berusia 35 tahun ke atas secara global naik menjadi 31% pada Q2 2025, dari 26% setahun sebelumnya.
Sebaliknya, pengguna usia 18-24 tahun justru turun dari 34% menjadi 29% pada periode yang sama. Di Amerika Serikat, hampir satu dari empat pengguna smartphone yang berstatus orang tua tercatat menggunakan ChatGPT selama kuartal tersebut, naik signifikan dari 16% tahun lalu.
Kenapa OpenAI Butuh Tim Khusus Keluarga Sekarang?
Ben Bajarin, CEO Creative Strategies, menilai langkah ini mirip dengan jalur yang pernah ditempuh Google, Apple, dan Meta ketika platform mereka mulai melekat dalam kehidupan sehari-hari. “Bedanya, AI punya risiko lebih tinggi karena asisten tidak sekadar memediasi konten atau perangkat,” ujarnya kepada TechCrunch.
Lowongan pekerjaan yang dipublikasikan OpenAI menyebut kandidat harus memiliki pengalaman membangun produk untuk orang tua dan keluarga, serta pengalaman konsumen yang sensitif terhadap kepercayaan. Perusahaan belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai konfirmasi.
Anak-Anak Ternyata Lebih Sering Pakai AI dari yang Dikira Orang Tua
Riset terbaru dari Family Online Safety Institute (FOSI) yang melibatkan lebih dari 4.000 keluarga di Amerika Serikat dan Australia menemukan kesenjangan persepsi yang cukup lebar. Sebanyak 27% orang tua mengaku anak mereka menggunakan AI generatif dalam sepekan terakhir, tetapi 38% anak melaporkan hal yang sama.
Stephen Balkam, CEO FOSI, menyebut perekrutan ini mencerminkan pendewasaan OpenAI dan kesadaran bahwa produk AI yang digunakan anak-anak membutuhkan perlindungan berbeda. “Saya melihat ini sebagai safety by design. Produk awal dirilis tanpa benar-benar memikirkan anak-anak, jadi ini reaksi yang sangat diperlukan,” katanya.
Balkam mendorong perusahaan AI membangun produk dengan kontrol konten yang lebih ketat, pengalaman sesuai usia, pengawasan orang tua, dan pengingat bahwa pengguna sedang berinteraksi dengan AI, bukan manusia.
Tekanan Hukum dan Langkah Protektif Terbaru
Langkah OpenAI ini juga datang di tengah meningkatnya pengawasan terhadap perlindungan pengguna muda. Perusahaan menghadapi beberapa gugatan dari orang tua yang mengklaim ChatGPT berkontribusi terhadap kerugian yang dialami anak-anak mereka, termasuk kasus bunuh diri.
Sepanjang tahun lalu, OpenAI telah memperkenalkan kontrol orang tua untuk akun remaja, merutekan percakapan sensitif ke model penalaran yang lebih baik dalam menangani tanda-tanda tekanan psikologis, dan baru-baru ini meluncurkan fitur “Trusted Contact” yang bisa memberi tahu anggota keluarga jika ada indikasi potensi menyakiti diri sendiri.
Balkam menambahkan bahwa perusahaan AI punya peluang untuk menghindari kesalahan yang dibuat platform media sosial, yang bertahun-tahun memperlakukan anak-anak seperti orang dewasa sebelum akhirnya menambah pengaman di bawah tekanan publik dan regulasi.
Pergeseran Demografi Tidak Terjadi pada Pesaing Lain
Fenomena ini tidak sepenuhnya unik untuk ChatGPT, meski pola perubahannya berbeda. Sensor Tower mencatat pengguna usia 25-34 tahun mendominasi 40% audiens global Claude (Anthropic) dan Gemini (Google), sama dengan ChatGPT. Sementara Copilot (Microsoft) lebih tua dengan 20% pengguna berusia 45 tahun ke atas, dibanding 14% Claude, 12% Gemini, dan 11% ChatGPT.
Meski penetrasi ChatGPT di kalangan pengguna senior masih relatif rendah, pertumbuhannya justru paling cepat. Pangsa pengguna 45+ naik tiga poin persentase year-over-year di Q2, lebih tinggi dari Copilot yang naik dua poin, sementara Claude dan Gemini justru menurun.
Di kalangan orang tua pengguna smartphone AS, Gemini masih memimpin dengan jangkauan 32% pada Q2, disusul ChatGPT 24%, Claude 4%, dan Copilot 2%.
Bagi Bajarin, keputusan OpenAI merekrut product manager khusus keluarga adalah sinyal jelas ke mana arah AI konsumen. “Begitu AI menjadi teknologi yang dipakai lintas generasi, kita akan melihat paket keluarga, profil anak dan remaja, serta fitur pengasuh,” pungkasnya.