TANGERANG — Perubahan postur pada orang lanjut usia, seperti tubuh yang mulai membungkuk dan tinggi badan yang terus berkurang, tidak boleh dianggap wajar. Dokter spesialis ortopedi RS Sari Asih Karawaci, dr. Handi Suntama E, Sp.OT, AIFO-K, menjelaskan bahwa tanda-tanda tersebut bisa menjadi alarm dini bagi penyakit osteoporosis.
“Osteoporosis adalah kondisi ketika tulang kehilangan kepadatan dan massa sehingga menjadi rapuh dan mudah patah. Pada kondisi yang berat, patah tulang bahkan dapat terjadi hanya akibat benturan ringan atau aktivitas sehari-hari,” ujar dr. Handi dalam keterangannya, pekan lalu.
Mengapa Osteoporosis Disebut Silent Disease?
Dr. Handi menerangkan, osteoporosis dikenal sebagai penyakit senyap karena pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak penderita baru menyadari kondisi tersebut setelah mengalami patah tulang.
Penyusutan tinggi badan terjadi akibat tulang belakang yang melemah dan mengalami penekanan secara perlahan. Proses ini berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari, sehingga lansia kerap menganggapnya sebagai bagian normal dari penuaan.
Dampak pada Kualitas Hidup Lansia
Jika tidak segera ditangani, osteoporosis dapat menyebabkan komplikasi serius. Patah tulang pada lansia, terutama di area pinggul atau tulang belakang, berpotensi menurunkan mobilitas dan membuat mereka bergantung pada orang lain.
“Semakin cepat osteoporosis diketahui, maka semakin cepat pula penanganannya,” tegas dr. Handi.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan tulang, khususnya bagi lansia dan mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, kurang kalsium, atau menopause dini pada perempuan.
Apa yang Harus Dilakukan Keluarga?
Dr. Handi mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan fisik pada anggota keluarga lanjut usia. Jika ditemukan tanda-tanda seperti tinggi badan yang berkurang atau postur tubuh yang semakin membungkuk, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi.
Dengan deteksi dini serta penanganan yang sesuai, risiko komplikasi akibat osteoporosis dapat ditekan. Lansia pun tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih sehat, mandiri, dan produktif.