SERANG — Bukan sekadar ruang terbuka hijau, Alun-alun Royal di Kota Serang akan disulap menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya secara berkala. Langkah ini diambil Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam program bertajuk Nyala Karya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan ruang publik yang tak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga menjadi pusat pengembangan seni budaya daerah.
"Harapan kami, pembangunan Kota Serang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diimbangi dengan penguatan aktivitas kebudayaan agar ruang publik dapat menjadi tempat berkembangnya kreativitas dan seni budaya masyarakat," ujar Ahmad dalam keterangannya, baru-baru ini.
Regenerasi Seniman dan Ruang Ekspresi Generasi Muda
Program Nyala Karya dirancang untuk membuka akses seluas-luasnya bagi para pelaku seni, komunitas budaya, dan generasi muda. Pertunjukan yang digelar rutin setiap bulan diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus regenerasi bagi seniman lokal.
Pemerintah Kota Serang menilai kehadiran ruang pertunjukan berkelanjutan dapat menjaga keberlangsungan seni budaya daerah di tengah gempuran modernisasi. Nilai-nilai budaya lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperkenalkan kepada generasi muda sebagai identitas kota.
Dampak Ekonomi: Peluang bagi UMKM Lokal
Selain aspek pelestarian budaya, penyelenggaraan pertunjukan secara periodik berpotensi menggerakkan roda perekonomian warga. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beraktivitas di sekitar Alun-alun Royal diproyeksikan mendapatkan dampak langsung dari keramaian pengunjung.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat, Pemkot Serang berharap Nyala Karya menjadi agenda budaya yang berkelanjutan. Kota Serang pun diharapkan tidak hanya dikenal dari pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan seni serta budaya lokal.