KABUPATEN TANGERANG — Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan anggaran pembangunan 12 ruang kelas baru di SMA Negeri 30 Kabupaten Tangerang pada Tahun Anggaran 2026. Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung progres pengerjaan proyek tersebut di Kecamatan Sukamulya, Selasa (14/7/2026).
Menurut Andra Soni, kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan siswa. "Sekolah ini mulai dibangun pada tahun 2024 dan sekarang memasuki tahun ketiga penerimaan siswa. Tahun ini kami membangun 12 ruang kelas baru dan Insya Allah seluruhnya dapat diselesaikan pada akhir tahun," ujarnya.
Lahan Lebih dari Dua Hektare untuk Lingkungan Belajar Representatif
SMA Negeri 30 Kabupaten Tangerang berdiri di atas lahan seluas lebih dari dua hektare. Andra Soni menekankan bahwa dengan luasan tersebut, sekolah diharapkan mampu menyediakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan berkualitas.
"Harapan kami, sekolah yang berdiri di atas lahan lebih dari dua hektare ini memiliki kualitas bangunan yang baik, fasilitas yang memadai, serta mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sukamulya," kata Andra Soni.
Keberadaan ruang kelas baru ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Banten dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Tangerang.
Mengapa Ruang Kelas Baru Mendesak?
Sekolah yang mulai beroperasi pada 2024 itu kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Setiap tahun, jumlah siswa terus bertambah, sehingga kebutuhan ruang belajar pun ikut meningkat. Tanpa penambahan ruang kelas, proses belajar mengajar bisa terganggu.
Andra Soni mengajak semua pihak mendukung kelancaran proses pembangunan agar selesai tepat waktu. "Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar hingga selesai sesuai target. Dengan begitu, para siswa dapat segera memanfaatkan ruang kelas baru untuk menunjang proses belajar yang lebih nyaman dan optimal," pungkasnya.
Proyek 12 ruang kelas baru ini menjadi salah satu prioritas infrastruktur pendidikan di Provinsi Banten pada tahun ini. Setelah rampung, sekolah tersebut diharapkan mampu menampung lebih banyak siswa dan mengurangi kepadatan kelas yang kerap terjadi di sekolah negeri.