TANGERANG — Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, resmi memasuki masa pasca-tanggap darurat. Di tengah proses pemulihan, koalisi aktivis lingkungan justru menyoroti peran lintas wilayah yang dinilai jarang terjadi.
Koordinator Presidium Kalung, Ade Yunus, menyebut bahwa solidaritas antar daerah dalam penanganan bencana ini patut dicatat. “No One Left Behind, tidak boleh ada pihak yang sudah membantu namun tidak mendapatkan apresiasi. Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada pihak yang bersama-sama kami di lapangan, salah satunya adalah BPBD Kota Tangerang,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Bantuan Tak Hanya Personel, tapi Juga Logistik
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengaku terkejut dengan perhatian yang diberikan para aktivis. Menurutnya, bantuan yang diberikan oleh instansinya tidak hanya terbatas pada personel pemadam.
“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan aktivis lingkungan. Saat personel kami di lapangan, mereka membantu suplai susu steril dan vitamin. Dan pada hari ini kami diberikan piagam penghargaan,” jelas Mahdiar.
Apa yang Terjadi Setelah Status Darurat Dicabut?
Meski status tanggap darurat telah berakhir secara administratif pada Selasa (14/7/2026), pemerintah daerah tidak serta-merta menarik seluruh armada. Berdasarkan hasil evaluasi antara Pemkab Tangerang dan kementerian terkait, sejumlah langkah mitigasi masih terus berjalan.
Satgas penanganan kebakaran masih menyiagakan armada penyiraman dan pembasahan secara rutin. Langkah ini diambil mengingat prediksi musim kemarau yang masih panjang dan berpotensi memicu titik api baru.
Pemantauan kesehatan warga sekitar juga tetap dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat. Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membangun toren dan tandon air, serta menyiapkan mesin alkon dengan daya semprot hingga 100 meter untuk jangka panjang.